
Pantau - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto berlangsung akrab layaknya pertemuan dua sahabat lama di Istana Merdeka, Jakarta.
Pertemuan Akrab Dua Tokoh Bangsa
Hasto menyebut suasana pertemuan yang berlangsung beberapa hari lalu itu cair meski dalam agenda formal kenegaraan.
Ia mengatakan, "Pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan 'teman lama'."
Menurutnya, Megawati memandang pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi dengan Prabowo yang telah lama saling mengenal.
Hasto juga menambahkan bahwa keduanya memanfaatkan waktu pertemuan untuk berdiskusi mendalam.
Ia mengungkapkan, "Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara."
Bahas Isu Strategis hingga Nilai Persaudaraan
Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh tidak hanya bernostalgia tetapi juga membahas berbagai isu strategis nasional.
Hasto menilai pertemuan itu mencerminkan budaya politik Indonesia yang mengedepankan dialog dan musyawarah.
Ia juga menyinggung makna Idul Fitri sebagai momentum memperkuat persaudaraan.
Ia mengatakan, "Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan."
Tradisi Halalbihalal dan Warisan Bung Karno
Hasto menjelaskan bahwa tradisi halalbihalal merupakan bagian dari budaya khas Indonesia yang dirintis oleh Presiden pertama RI Soekarno.
Ia mengungkapkan, "Halalbihalal merupakan tradisi merayakan Idul Fitri yang sangat khas Indonesia dan berkebudayaan Indonesia."
Menurutnya, nilai tersebut harus terus dijaga oleh para elite politik dalam menjaga persatuan bangsa.
- Penulis :
- Aditya Yohan








