Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Perantau IKMAL Targetkan Dana Lebih Rp1 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Tanah Datar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Perantau IKMAL Targetkan Dana Lebih Rp1 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Tanah Datar
Foto: (Sumber: Prabowo Tegaskan Hilirisasi Jadi Syarat Utama Investasi AS, Larang Ekspor Bahan Mentah.)

Pantau - Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL) menargetkan perantau mengucurkan dana lebih dari Rp1 miliar untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dorong Perputaran Ekonomi di Kampung

Dana tersebut difokuskan untuk dua nagari yakni Guguak Malalo dan Padang Laweh Malalo yang mengalami kerusakan cukup besar.

Sekjen DPP IKMAL Erwin Fauzan menyebut perputaran ekonomi masyarakat menjadi tujuan utama dari kegiatan pulang basamo.

“Dengan datangnya kita sama-sama, ramai-ramai dari rantau, kita belanja di kampung. Kita gunakan uang kita semua, kita habiskan di kampung halaman baik itu berupa belanja, THR, sedekah, infak, zakat. Jadi ekonomi masyarakat akan berputar dengan target kita miliaran duit yang bisa masuk dari perantau untuk di kampung,” ungkapnya.

Kegiatan pulang basamo ke-14 tersebut mengangkat tema sakik diubek tangih dibujuak yang mencerminkan semangat pemulihan pascabencana.

Sebanyak 22 cabang IKMAL terlibat dengan mayoritas perantau berasal dari Bengkulu yang datang menggunakan sekitar 100 mobil dan dua bus besar.

Partisipasi Menurun dan Upaya Pemulihan

Jumlah perantau yang pulang tercatat menurun sekitar 25 persen dibandingkan periode sebelumnya akibat kondisi ekonomi yang lesu serta sebagian telah lebih dulu pulang pascabencana.

“Sama-sama kita ketahui, karena situasi ekonomi. Bengkulu itu biasa bisa sampai tujuh bus, mobil pribadi lebih ratusan, sekarang ada meski tidak ramai, tapi tetap pulang,” ungkap Herman Lusah.

Selain mendorong ekonomi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang bertukar gagasan antara perantau, keluarga, dan pemerintah daerah.

“Disamping memberi nasihat, mungkin juga bisa mengadu. Mamaknya mungkin bisa kreatif mencari solusi bagi keponakan, mungkin dalam bentuk pinjaman maupun bantuan,” ungkapnya.

Kecamatan Batipuah Selatan diketahui menjadi salah satu wilayah terdampak bencana dengan kerusakan signifikan.

Di Nagari Guguak Malalo tercatat 144 bangunan rusak dengan estimasi kerugian sekitar Rp17,2 miliar.

Sementara di Nagari Padang Laweh Malalo terdapat 20 bangunan terdampak dengan kerugian sekitar Rp4,5 miliar.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Penulis :
Gerry Eka