
Pantau - Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama TNI-Polri menyalurkan bantuan bahan makanan kepada warga Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Papua Barat Daya, pascainsiden penembakan yang menewaskan dua prajurit TNI AL pada Minggu (22/3).
Bantuan berupa beras dan air minum diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar tetap dapat beraktivitas tanpa harus keluar dari kampung di tengah situasi keamanan yang masih dijaga ketat.
Bupati Maybrat Karel Murafer mengatakan kehadiran pemerintah dan aparat keamanan merupakan bentuk pelayanan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Jika daerah aman, maka pembangunan akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mendukung aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah bersama Forkopimda telah menggelar rapat koordinasi untuk memberikan penguatan kepada masyarakat agar tidak panik pascainsiden penembakan.
“Kami minta masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, yang terpenting wilayah ini aman,” katanya.
Kapolres Maybrat Kompol Ruben Obed Kbarek menyatakan pihaknya terus berupaya menciptakan rasa aman dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling membantu dan menjaga keamanan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan koordinasi dilakukan dengan kepala distrik, tokoh masyarakat, dan pihak gereja guna menjaga situasi tetap kondusif.
Insiden penembakan terjadi di Kampung Sori pada Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT yang mengakibatkan dua prajurit TNI AL gugur dan satu personel lainnya mengalami luka.
Dua prajurit Marinir yang gugur adalah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra.
Jenazah kedua korban telah dipulangkan ke pihak keluarga setelah melalui proses upacara persemayaman dan pelepasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







