
Pantau - Jakarta, 26-03-2026 - Ancaman peredaran narkotika yang semakin kompleks, terutama di wilayah perbatasan dan jalur logistik, menjadi tantangan serius bagi keamanan masyarakat. Tanpa sinergi antarinstansi, celah penyelundupan berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara. Untuk itu, Bea Cukai bersama berbagai instansi terus menjalin sinergi guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan pencegahan narkotika.Di wilayah perbatasan, penguatan sinergi dilakukan Bea Cukai Jagoi Babang bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkayang. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, dan Kepala BNNK Bengkayang, Wahyu Kurniawan, pada Rabu (04/03) di Kantor Bea Cukai Jagoi Babang.Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi dalam pengawasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Wilayah ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kejahatan lintas negara, termasuk penyelundupan narkotika.Melalui penguatan kerja sama ini, kedua instansi berharap upaya pencegahan dan penindakan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efektif. Selain itu, kolaborasi juga membuka peluang pelaksanaan kegiatan bersama, seperti sosialisasi kepada masyarakat serta peningkatan kapasitas petugas dalam mendeteksi dan menangani tindak pidana narkotika.Sementara itu di Bontang, sinergi lintas instansi juga diperkuat melalui Rapat Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tahun 2026 yang digelar pada Kamis (12/03) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.Kegiatan ini melibatkan Bea Cukai Bontang bersama jajaran Forkopimda Plus, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, dalam upaya menyusun langkah terpadu untuk menekan peredaran narkotika. Salah satu fokusnya adalah peningkatan intensitas operasi dan pengawasan di delapan titik prioritas di Kota Bontang.Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan ketahanan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman.Dalam forum tersebut, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bontang, Candra Haqu Yodana, menyampaikan bahwa peran Bea Cukai tidak hanya terbatas pada pengamanan penerimaan negara, tetapi juga melindungi masyarakat dari ancaman barang berbahaya. “Bea Cukai tidak hanya fokus pada pengamanan penerimaan negara, tetapi juga melakukan perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba dan barang berbahaya lainnya. Kami menyinergikan kekuatan intelijen dan penindakan dengan program kerja pemerintah kota untuk memastikan Kota Bontang tetap kondusif dan bebas narkotika,” ujarnya.Melalui penguatan sinergi ini, pengawasan di pintu masuk wilayah diharapkan semakin ketat sehingga mampu memutus rantai distribusi narkotika. Upaya ini tidak hanya berdampak pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







