
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfasilitasi kegiatan survei lapangan atau Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) bagi 20 Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVII Seskoad guna memperkuat sinergi antara pembangunan infrastruktur dan aspek pertahanan nasional.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman strategis para perwira terkait peran infrastruktur dalam mendukung ketahanan nasional, khususnya di wilayah rawan bencana.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi meningkatkan konektivitas dan pelayanan publik, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas wilayah.
"Kegiatan survei lapangan atau KKL Wilhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan, strategi, serta implementasi pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor sumber daya air dan jalan di wilayah rawan bencana," ungkapnya.
Peran Infrastruktur dalam Ketahanan dan Penanganan Bencana
Kementerian PU menekankan bahwa infrastruktur memiliki peran penting dalam penanganan wilayah terdampak bencana serta menjaga konektivitas saat kondisi darurat.
Pembangunan infrastruktur yang tangguh dan adaptif terhadap risiko bencana terus didorong melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi serta pembangunan dan pemeliharaan jalan di wilayah rawan bencana.
Infrastruktur yang baik dinilai mampu mendukung aksesibilitas dan memperlancar distribusi logistik, terutama dalam situasi darurat.
Para perwira siswa juga mendapatkan pemahaman langsung mengenai kesiapsiagaan dan respons bencana yang menjadi bagian penting dalam sistem ketahanan nasional.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Nasional
Sekjen Wida berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Kementerian PU dan TNI Angkatan Darat dalam menjaga ketahanan nasional.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan nasional," ujarnya.
Dosen Utama Seskoad Kolonel Infanteri Imam Purnomo Hadi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan untuk memperkaya wawasan perwira terkait peran kementerian dan lembaga dalam mendukung ketahanan nasional.
"Kementerian PU memiliki peran sangat strategis dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh bencana, penanganan kerusakan akibat bencana, serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. Kegiatan ini diharapkan siswa memahami strategi kebijakan serta pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada mitigasi bencana dan ketahanan wilayah," jelasnya.
Kegiatan KKL Wilhan dilaksanakan dalam dua kelompok dengan fokus pada pengelolaan infrastruktur sumber daya air di daerah rawan bencana serta perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dalam kondisi darurat.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional menghadapi berbagai tantangan ke depan.
- Penulis :
- Arian Mesa







