
Pantau - Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyerahkan 120 unit hunian tetap tahap pertama kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Penyerahan kunci hunian tetap tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian dalam kegiatan resmi di lokasi terdampak.
Tito menilai pembangunan hunian tetap di wilayah tersebut menjadi salah satu yang tercepat dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera.
Ia mengungkapkan, "Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat."
Percepatan Ditentukan Pendataan dan Verifikasi
Tito menjelaskan percepatan pembangunan hunian tetap ditentukan oleh tiga tahapan utama yang harus dilalui secara berurutan.
Ia menyebut tahap pertama bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam menyusun dan menyerahkan data korban secara rinci berbasis nama, alamat, serta tingkat kerusakan.
Data tersebut kemudian diverifikasi di lapangan oleh Badan Pusat Statistik sebelum masuk ke tahap pembangunan hunian.
Tito mengapresiasi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan yang dinilai sigap dalam menyampaikan data kerusakan secara lengkap dan cepat.
Ia menegaskan, "Itu juga karena data dari Pak Bupati (Tapsel yang diserahkan dengan cepat),"
Kolaborasi dan Bantuan untuk Korban
Tahap pembangunan hunian tetap melibatkan kolaborasi berbagai pihak seperti BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta pihak nonpemerintah termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi.
Kelengkapan dan kecepatan data turut mempercepat pencairan bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan masa pengungsian.
Masyarakat terdampak juga menerima bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 per orang per hari.
Selain itu warga mendapatkan bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta.
Pemerintah juga memberikan dukungan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta kepada warga terdampak.
Jadi Contoh Nasional Penanganan Bencana
Tito menyampaikan keberhasilan penanganan di Tapanuli Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang terdampak bencana.
Ia menekankan pentingnya pendataan cepat dan lengkap karena bencana berdampak luas di 52 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Ia mengungkapkan, "Makin cepat kami terima, makin cepat BPS untuk melakukan verifikasi lapangan, makin cepat, maka BNPB bisa bergerak, Bang Ara, Menteri PKP segera akan bergerak juga,"
Dalam pembangunan hunian tetap, pemerintah menyediakan tiga skema yaitu hunian tetap in situ oleh BNPB, hunian komunal oleh Kementerian PKP, dan relokasi mandiri.
- Penulis :
- Leon Weldrick







