Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Perjuangkan Akses Keadilan Inklusif bagi Perempuan dalam Forum CSW70 PBB

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Perjuangkan Akses Keadilan Inklusif bagi Perempuan dalam Forum CSW70 PBB
Foto: (Sumber : Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, Umar Hadi, dalam Sidang ke-70 Commission on the Status of Women (CSW70) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesetaraan gender dan memastikan akses keadilan yang inklusif bagi perempuan dan anak perempuan dalam Sidang ke-70 Commission on the Status of Women (CSW70) di Markas Besar PBB, New York.

Komitmen Perkuat Kesetaraan Gender

Duta Besar dan Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi menyampaikan komitmen tersebut saat mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memajukan kesetaraan gender dan memastikan akses terhadap keadilan bagi seluruh perempuan dan anak perempuan sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045," ungkapnya.

Ia menjelaskan berbagai langkah telah dilakukan, seperti penguatan layanan berbasis korban melalui hotline SAPA 129, pengembangan UPTD PPA di daerah, serta integrasi data kekerasan untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.

Dorong Reformasi Hukum dan Perlindungan Korban

Dalam sesi Ministerial Roundtable, Indonesia juga menyoroti reformasi kebijakan dan penguatan sistem layanan untuk meningkatkan akses keadilan.

"Pemerintah Indonesia terus mendorong reformasi hukum yang responsif gender, termasuk melalui revisi Undang-Undang Hukum Pidana dan penguatan pedoman peradilan yang sensitif gender," ujarnya.

Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya peran negara dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dalam forum High-Level Meeting.

Sebagai penutup, Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan dan layanan guna mewujudkan keadilan yang inklusif bagi perempuan di tingkat nasional maupun global.

Penulis :
Aditya Yohan