
Pantau - Sebanyak 3.300 calon haji asal Kabupaten Bekasi menjalani vaksinasi meningitis dan polio sebagai tahapan wajib sebelum keberangkatan ke Tanah Suci yang dipusatkan di Gedung Wibawa Mukti, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi.
Vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah daerah ini telah dimulai sejak dua hari sebelum Sabtu, 28 Maret 2026, dan masih berlangsung hingga ditargetkan selesai pada pertengahan pekan berikutnya.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan setiap hari mulai pagi hari, kecuali Sabtu dan Minggu, dengan jumlah peserta berkisar antara 500 hingga 700 orang per hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Arief Kurnia mengungkapkan, "Vaksinasi bagi jamaah calon haji ini sudah dimulai sejak dua hari lalu, dan saat ini masih berlangsung dengan estimasi tuntas pada pertengahan pekan depan,".
Tahapan dan Tujuan Vaksinasi
Vaksinasi ini bertujuan melindungi kesehatan jamaah dari risiko penyakit menular global seperti meningitis dan polio selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Arief Kurnia menyatakan, "Vaksin ini penting agar jamaah bisa terhindar dari risiko penyakit meningitis dan polio. Kita ingin semua dalam kondisi sehat selama menjalankan ibadah di sana yang akan berlangsung berhari-hari,".
Ia menambahkan bahwa ibadah haji memerlukan kondisi fisik prima karena aktivitasnya berlangsung lama, melelahkan, dan padat.
Arief Kurnia mengingatkan, "Kalau fisik kurang kuat, apalagi saat lempar jumrah yang berjarak cukup jauh dari pemondokan, nanti bisa jadi kendala. Jadi dari sekarang harus mulai latihan fisik seperti jalan pagi,".
Ia juga mengimbau jamaah untuk menjaga kesiapan spiritual dengan berdoa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
"Kita semua berdoa agar saat keberangkatan nanti berjalan lancar dan para jamaah bisa menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," ungkapnya.
Penjadwalan dan Pemeriksaan Lanjutan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Irfan Maulana menyebut vaksinasi ini menyasar sekitar 3.300 calon haji yang akan berangkat tahun ini.
Ia menjelaskan jadwal vaksinasi diatur secara bertahap untuk menghindari penumpukan peserta dan menjaga kenyamanan pelayanan.
Irfan Maulana mengatakan, "Vaksinasi meningitis dan polio merupakan tahapan lanjutan setelah pemeriksaan kesehatan yang sudah dimulai sejak November tahun lalu, termasuk penentuan istitha'ah bagi calon haji,".
Setelah vaksinasi selesai, jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan termasuk cek kehamilan bagi wanita usia subur guna memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.
"Kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah menjadi prioritas kami," ujarnya.
Dinas Kesehatan juga menyiapkan 12 tenaga kesehatan di setiap kelompok terbang serta petugas pendamping tambahan untuk mendukung pelayanan kesehatan, termasuk bagi jamaah lanjut usia.
Irfan Maulana mengingatkan, "Istirahat cukup, hindari kelelahan.dan pastikan dalam kondisi fit saat berangkat. Jika sakit saat tiba di Arab Saudi, ada kemungkinan jamaah dipulangkan. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi untuk kebutuhan selama kurang lebih 40 hari,".
Jamaah juga diimbau membatasi aktivitas sosial seperti walimatus safar agar tidak mengganggu kondisi fisik menjelang keberangkatan.
- Penulis :
- Shila Glorya







