Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kematian Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Picu Peningkatan Biosekuriti Ketat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kematian Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Picu Peningkatan Biosekuriti Ketat
Foto: Dokumentasi dua anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) Hara dan Huru di Kebun Binatang Bandung, Jabar, Minggu 8/2/2026 (sumber: Kemenhut)

Pantau - Kementerian Kehutanan bersama pengelola eks Kebun Binatang Bandung meningkatkan biosekuriti untuk mencegah penularan Feline Panleukopenia Virus setelah dua anak harimau benggala bernama Hara dan Huru dilaporkan mati akibat infeksi virus tersebut.

Hasil pemeriksaan klinis, uji diagnostik, dan nekropsi menyimpulkan bahwa kematian kedua anak harimau berusia delapan bulan itu disebabkan oleh infeksi Feline Panleukopenia Virus yang sangat menular pada satwa famili Felidae.

Huru dilaporkan mati pada Kamis 26 Maret 2026, sedangkan Hara lebih dahulu mati pada Selasa 24 Maret 2026 di Kebun Binatang Bandung.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Ammy Nurwaty menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sejak laporan awal diterima.

Penanganan dan Upaya Pencegahan

"Sejak laporan awal kami terima, kami langsung berkoordinasi dan melakukan penanganan terpadu bersama tim medis dan instansi terkait. Berbagai upaya pengobatan dan pencegahan penularan telah dilakukan secara maksimal, termasuk pemisahan kandang dan pemberian terapi intensif," ungkapnya.

Langkah lanjutan yang dilakukan meliputi peningkatan biosekuriti, desinfeksi lingkungan secara intensif, serta pengetatan pengawasan lalu lintas orang dan peralatan.

Pemantauan kesehatan seluruh satwa karnivora juga akan ditingkatkan, terutama pada satwa dari famili Felidae.

Karakteristik Virus Mematikan

Feline Panleukopenia Virus merupakan penyakit yang sangat menular pada kucing domestik maupun liar termasuk harimau.

Virus ini menyerang sel-sel yang aktif membelah terutama pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan kerusakan mukosa usus secara masif.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, lingkungan yang terkontaminasi, maupun benda perantara.

Pada satwa muda dengan sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna, penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.

Hara dan Huru diketahui lahir pada 12 Juli 2025 dari induk jantan bernama Sahrulkan dan induk betina bernama Jelita.

Penulis :
Shila Glorya