
Pantau - Seorang anak asal Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, berinisial NR (11), kini mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah menjadi siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Ditemukan Tanpa Keluarga dan Hidup Terlantar
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Wonocoyo, Ali Ludin, menjelaskan NR awalnya ditemukan oleh pekerja asal Trenggalek saat berada di kawasan perkebunan di Mentawai.
"Anak ini sering ditemukan bermain di hutan dan perkebunan tanpa pengawasan. Saat ditanya, dia tidak mengetahui rumah maupun orang tuanya," ujarnya.
Meski sempat dirawat, NR beberapa kali pergi dan hidup berpindah-pindah, bahkan tidur di ladang, jerami, hingga pinggir jalan.
Ia kemudian ditemukan warga bernama Komarudin yang merawatnya hingga kondisinya membaik.
Kini Dapat Akses Pendidikan dan Kehidupan Lebih Layak
Dinas Sosial bersama pendamping PKH melakukan asesmen hingga akhirnya NR diterima di Sekolah Rakyat Trenggalek.
Ali menyebut kondisi NR kini jauh lebih baik, baik dari sisi kesehatan maupun sosial.
"Sekarang gizinya terpenuhi, lebih bersih, dan sudah mulai percaya diri saat diajak berkomunikasi," katanya.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan serta perlindungan bagi anak-anak yang membutuhkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan









