Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Rais Syuriah PBNU Sebut Guru Tua Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan dan Dakwah Islam di Nusantara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rais Syuriah PBNU Sebut Guru Tua Jadi Inspirasi Pengembangan Pendidikan dan Dakwah Islam di Nusantara
Foto: (Sumber : Dok- Rais Syuriah Pengurus Besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Zainal Abidin. ANTARA/Dok Pribadi)

Pantau - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Zainal Abidin menyatakan kiprah dan jejak perjuangan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua menjadi inspirasi penting dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di Nusantara.

Ia mengatakan tokoh pendiri Perguruan Alkhairaat tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan pendidikan Islam, khususnya di kawasan timur Indonesia.

"Tokoh pendiri Perguruan Alkhairaat (Guru Tua) perlu diteladani dalam membangun umat. Kiprahnya di bidang pendidikan Islam telah memberikan dampak positif dalam pembangunan pendidikan di kawasan timur Indonesia," kata Zainal Abidin di Palu, Rabu.

Teladan dalam Pendidikan dan Pembinaan Umat

Zainal menilai Guru Tua dikenal sebagai sosok yang telaten dan sabar dalam membina, mendidik, serta mengajar para muridnya.

Dedikasi tersebut menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak.

Ia menambahkan peringatan Haul Guru Tua ke-58 yang bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah atau 1 April 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, keikhlasan Guru Tua dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan, tetapi juga menyentuh nilai sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Menjunjung Toleransi dan Menghargai Kearifan Lokal

Zainal menjelaskan bahwa Guru Tua dikenal menghargai budaya serta kearifan lokal yang ada di masyarakat, kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam secara bijaksana.

“Sayid Idrus sangat menghargai dan menghormati budaya serta kearifan lokal, kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Jika ditemukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka diluruskan dengan cara yang bijak,” ucap Zainal yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.

Ia juga menyoroti sikap toleransi Guru Tua yang terlihat dalam praktik pendidikan di Alkhairaat, termasuk dengan melibatkan tenaga pengajar dari kalangan non-Muslim.

“Ini menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati, termasuk kepada tokoh lintas agama,” kata dia.

Zainal menegaskan generasi Abnaul Khairaat perlu mengaktualisasikan nilai-nilai positif yang diwariskan Guru Tua untuk memajukan pendidikan dan dakwah di Indonesia.

Menurutnya, warisan pemikiran dan perjuangan Guru Tua hingga kini tetap hidup sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang berilmu, toleran, dan berakhlak mulia.

Penulis :
Ahmad Yusuf