Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Dijadwalkan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Dijadwalkan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado
Foto: (Sumber : Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima panitia Perayaan Paskah Nasional 2026. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak perayaan Paskah Nasional 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara.

"Puncak perayaan Paskah Nasional 2026 berlangsung di Manado, Sulawesi Utara. Semoga lancar dan sukses. Rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto," kata Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta.

Menag berharap penyelenggaraan Paskah tahun ini dapat berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya serta menjadi momentum kebersamaan bagi masyarakat lintas agama di Indonesia.

“Perayaan Paskah tahun ini harus lebih baik dari setiap tahunnya. Semua umat dapat merasakan perayaan. Ini menjadi gelaran kebangsaan. Panitia harus bisa meramu kegiatan dengan baik dan seksama,” ujarnya.

Digelar 7–9 April 2026

Ketua Panitia Paskah Nasional 2026 Recky H. Langie menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Paskah akan berlangsung pada 7–9 April 2026 di Manado.

Adapun puncak perayaan dijadwalkan pada 8 April 2026 dan akan diselenggarakan di ruang terbuka.

Recky juga berharap Menteri Agama dapat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Momentum Perkuat Kerukunan

Menag Nasaruddin Umar sebelumnya mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Hal itu karena sejumlah hari besar keagamaan pada tahun ini berlangsung dalam waktu yang berdekatan, yaitu Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.

Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai persaudaraan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” kata Nasaruddin.

Ia menambahkan setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal yang dapat memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan nilai saling memaafkan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan serta kasih.

Penulis :
Ahmad Yusuf