
Pantau - Jakarta, 02-04-2026 - Di tengah dinamika industri dan perdagangan global, pelaku usaha kerap menghadapi tantangan dalam memahami prosedur kepabeanan yang kompleks serta menyesuaikan operasional bisnis dengan regulasi yang terus berkembang. Tanpa pendampingan yang tepat, hambatan ini dapat memperlambat arus logistik dan berdampak pada stabilitas usaha hingga penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, kehadiran Bea Cukai melalui pendekatan langsung kepada pelaku usaha menjadi semakin penting. Melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai memperkuat perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance dengan turun langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan industri secara nyata.
Di Bontang, Bea Cukai melaksanakan program asistensi melalui Bontang Customs Assistance Programs (BC AsPro) kepada PT Energi Unggul Persada dan PT Indominco Mandiri pada Selasa (31/03). Program ini difokuskan pada pendampingan intensif guna memastikan kelancaran arus logistik ekspor dan impor yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
Kepala Kantor Bea Cukai Bontang, Yusi Riza, menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan layanan yang adaptif. “Bea Cukai Bontang berkomitmen untuk menyempurnakan sistem pelayanan yang terus tumbuh seiring dengan perkembangan industri dan teknologi. Dengan memahami prosedur secara mendalam di lapangan, kami berupaya memberikan solusi yang tepat guna dan menjamin pelayanan yang adaptif,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kelancaran layanan kepabeanan akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat Kota Bontang.
Sementara itu, pendekatan serupa dilakukan Bea Cukai Pasuruan bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I melalui kunjungan ke PT Atomization Technology Indonesia pada Selasa (31/03). Dalam kunjungan ini, para petugas Bea Cukai tidak hanya berdiskusi dengan pihak perusahaan, tetapi juga melakukan factory tour untuk memahami secara langsung proses produksi perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen PT Atomization Technology Indonesia memaparkan alur bisnis mulai dari impor bahan baku, proses produksi, hingga distribusi ke pasar ekspor. Diskusi kemudian berlanjut pada isu-isu aktual yang dihadapi perusahaan terkait regulasi kepabeanan. Dialog ini mencerminkan peran Bea Cukai sebagai mitra strategis yang hadir memberikan solusi atas tantangan nyata di lapangan.
Pendekatan CVC ini menjadi langkah konkret dalam membangun hubungan kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan memahami proses bisnis secara langsung, Bea Cukai dapat memberikan solusi yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong efisiensi dan kemudahan berusaha.
- Penulis :
- Aditya Yohan








