Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jasa Raharja Siapkan Gedung Bersejarah di Kota Tua untuk Museum Film dan Fotografi Terpadu

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Jasa Raharja Siapkan Gedung Bersejarah di Kota Tua untuk Museum Film dan Fotografi Terpadu
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin memberikan keterangan kepada wartawan saat meninjau gedung milik Jasa Raharja di kawasan Kota Tua, Jakarta (sumber: Jasa Raharja)

Pantau - PT Jasa Raharja menjajaki pemanfaatan aset gedung bersejarah miliknya di kawasan Kali Besar, Kota Tua Jakarta, untuk dikembangkan menjadi ruang budaya berupa museum melalui kolaborasi lintas pihak.

Gedung yang berada di kawasan strategis tersebut dinilai memiliki nilai historis tinggi sekaligus potensi besar untuk dioptimalkan sebagai ruang publik yang produktif.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan, "Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif,".

Ia menambahkan, "Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,".

Kolaborasi Pengembangan Ruang Budaya

Jasa Raharja menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan dan Danantara dalam menghadirkan ruang budaya yang terintegrasi dengan kawasan wisata sejarah Kota Tua.

Pemanfaatan aset tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga masyarakat melalui penguatan fungsi edukasi dan budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya telah menyampaikan rencana pengembangan museum film dan fotografi di kawasan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya nasional.

Museum yang direncanakan akan menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa termasuk karya serta dokumentasi visual yang dimiliki.

Penguatan Daya Tarik Wisata Sejarah

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Rubi Handojo menyebut kawasan Kali Besar memiliki nilai sejarah sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu.

Pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi budaya diharapkan dapat memperkuat daya tarik Kota Tua Jakarta sebagai tujuan wisata sejarah dan edukasi.

Pemanfaatan aset bersejarah milik BUMN dinilai dapat dioptimalkan menjadi ruang publik edukatif sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah.

Penulis :
Arian Mesa