Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wali Kota Kupang Tekankan Makna Harapan dan Pengorbanan dalam Momentum Jumat Agung

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Wali Kota Kupang Tekankan Makna Harapan dan Pengorbanan dalam Momentum Jumat Agung
Foto: Umat Katolik mengikuti Ibadat Jumat Agung di Gereja Paroki St. Petrus Rasul TDM, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat 3/4/2026 (sumber: ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Pantau - Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Jumat Agung menjadi momentum refleksi atas pengorbanan dan keteguhan iman sekaligus menjaga harapan menuju kebangkitan, usai mengikuti Ibadat Jumat Agung di Paroki St Petrus Rasul TDM, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Refleksi Pengorbanan dan Harapan

Ia menyampaikan bahwa Jumat Agung mengandung makna mendalam tentang perjalanan hidup yang penuh tantangan namun berujung pada harapan.

"Jumat Agung ini lambang pengorbanan, kesunyian, serta jalan yang penuh hambatan, tantangan, dan rintangan. Namun, di ujungnya selalu ada harapan dan kebangkitan," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa Jalan Salib Yesus menjadi kesempatan bagi umat beriman untuk meneguhkan diri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Ia juga mengajak setiap orang untuk berani memikul salib hidup masing-masing agar harapan dan kebangkitan dapat terwujud, termasuk bagi Kota Kupang.

Ia menekankan pentingnya menjaga harapan di tengah berbagai tantangan, baik kondisi ekonomi maupun situasi global.

"Setiap kali menghadapi tantangan, kita tidak boleh berhenti berharap. Di tengah berbagai kesulitan, baik efisiensi, kondisi pemerintah pusat, maupun situasi global seperti konflik di Timur Tengah, harapan harus tetap dijaga," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki salibnya masing-masing dan makna sejati Jalan Salib adalah pengorbanan yang membawa pada kebangkitan.

"Setiap orang masih berani tegak berdiri dan memikul salibnya masing-masing," ungkapnya.

Ia turut menyampaikan ucapan kepada umat Kristiani yang merayakan.

"Selamat Jumat Agung dan selamat menyambut Paskah. Mari kita rayakan dengan khusyuk dan penuh makna, semoga membawa harapan dan kebangkitan bagi kita semua," ungkapnya.

Pesan Khotbah tentang Cinta dan Pengorbanan

Sementara itu, Pastor Rekan Paroki St Petrus Rasul TDM Romo Deodatus Parera, Pr dalam khotbahnya menekankan makna penderitaan Yesus sebagai jalan menuju keselamatan.

Ia menyampaikan bahwa penderitaan dan sengsara Yesus membuka jalan dari kegelapan menuju terang bagi umat manusia.

"Yesus sungguh mencintai sampai tuntas. la menunjukkan bahwa cinta sejati adalah cinta yang rela memberi tanpa pamrih, rela berkorban, melayani, dan melepaskan. Cinta yang tidak mencari keuntungan diri sendiri, tetapi mengutamakan kebaikan orang lain," ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa luka-luka Yesus menjadi sumber penyembuhan bagi dosa manusia serta menegaskan bahwa dari pengorbanan tersebut lahir keselamatan dan pembaruan.

"Dalam keheningan salib, kita diajak untuk percaya. Sebab justru dalam penderitaan, iman dan harapan kita diuji dan dimurnikan. Dan pada akhirnya, kebangkitan akan datang bagi mereka yang tetap percaya," ungkapnya.

Ibadat Jumat Agung di Paroki St Petrus Rasul TDM dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada pukul 12.00 WITA dan pukul 15.00 WITA.

Penulis :
Shila Glorya