
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Duren Sawit, Jakarta Timur, serta menghentikan operasional dapur terkait.
Puluhan Siswa Terdampak Usai Konsumsi Makanan
Insiden terjadi pada Jumat (3/4) setelah sebelumnya sejumlah siswa melaporkan gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan dari SPPG Pondok Kelapa 2.
Sebanyak 60 siswa terdampak setelah menyantap menu seperti spaghetti bolognese, bola daging, scramble egg, tofu, sayuran, dan buah stroberi.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, "Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini."
Ia menambahkan, "BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit."
Dapur Dihentikan, Pengawasan Diperketat
BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional dapur karena dinilai belum memenuhi standar, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan limbah.
Nanik menjelaskan, "SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas."
Dugaan sementara penyebab insiden adalah makanan yang tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi.
BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa dan menjamin keamanan pangan dalam program MBG.
- Penulis :
- Aditya Yohan








