
Pantau - Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP resmi digelar pada Senin, 6 April 2026, dan disebut sebagai tonggak sejarah baru dalam integrasi asesmen pendidikan nasional.
Pelaksanaan Perdana dan Tujuan TKA
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan TKA menjadi langkah baru dalam mengukur kualitas pendidikan secara lebih komprehensif di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan, "Kami untuk pertama kali dalam sejarah menyelenggarakan TKA ini. Dan TKA ini juga tidak hanya semata-mata mengukur kemampuan akademik," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk menilai berbagai aspek penting dalam pendidikan secara menyeluruh.
"Jadi melalui TKA ini, kami mengukur kemampuan numerasi, literasi, karakter, kemudian lingkungan belajar. Dan yang satu lagi adalah bagaimana kami mengukur kemampuan akademik itu sendiri," ia menambahkan.
Hasil Terintegrasi dan Pelaksanaan Hari Pertama
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Toni Toharudin menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA menghasilkan data terintegrasi yang dinilai krusial bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
"Ini kami sedang menciptakan sejarah baru. Dalam satu aktivitas, kami menghasilkan lima data yang sangat penting untuk perbaikan mutu. Saya kira ini adalah sejarah untuk asesmen yang terintegrasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil TKA diharapkan mampu memberikan gambaran profil kemampuan siswa secara menyeluruh sekaligus menjadi bahan evaluasi mutu pendidikan secara nasional.
Pada hari pertama pelaksanaan, siswa mengerjakan ujian matematika dan numerasi dengan total 30 soal dalam waktu 75 menit.
Setelah menyelesaikan ujian, siswa melanjutkan dengan survei karakter yang dikerjakan selama 20 menit.
- Penulis :
- Leon Weldrick








