HOME  ⁄  Nasional

Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak PBB Investigasi Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak PBB Investigasi Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta. Foto: Devi/Karisma.)

Pantau - Komisi I DPR RI mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi menyeluruh atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon pada 7 April 2026.

Desakan Investigasi dan Tanggung Jawab Internasional

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan PBB harus bertanggung jawab dan mendorong Israel untuk mempertanggungjawabkan insiden tersebut.

“PBB harus bertanggung jawab, termasuk dengan mendesak Israel tanggung jawab atas perbuatan mereka yang membuat 3 prajurit Indonesia gugur. Pemerintah perlu mendorong PBB untuk tegas,” ungkapnya.

Ia menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut kredibilitas perlindungan pasukan penjaga perdamaian dunia.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian, sehingga insiden ini berdampak pada kepentingan nasional dan tata kelola keamanan internasional.

Evaluasi Keamanan dan Langkah Diplomasi

Sukamta menyatakan Komisi I DPR akan mengawal langkah pemerintah agar investigasi berjalan transparan dan menghasilkan kejelasan faktual.

“Insiden yang terus berulang ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita juga meminta TNI dan Pemerintah memastikan keselamatan prajurit yang terluka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kepatuhan pihak-pihak yang berkonflik terhadap hukum humaniter internasional serta perlindungan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon.

Selain itu, pemerintah diminta memaksimalkan jalur diplomasi melalui perwakilan di PBB dan forum internasional lainnya guna memastikan investigasi berjalan independen dan akuntabel.

Komisi I DPR juga akan meminta penjelasan terkait perkembangan investigasi, langkah diplomasi lanjutan, serta sistem perlindungan bagi prajurit Indonesia dalam misi internasional.

Sukamta menambahkan evaluasi diperlukan tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia, melainkan untuk memastikan mitigasi risiko sesuai kondisi lapangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf