HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Menilai Uji Coba Senjata Korea Utara sebagai Ancaman Mendesak bagi Keamanan Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Jepang Menilai Uji Coba Senjata Korea Utara sebagai Ancaman Mendesak bagi Keamanan Nasional
Foto: Arsip - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi (sumber: Reuters)

Pantau - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan percepatan pengembangan senjata oleh Korea Utara menjadi ancaman yang semakin mendesak bagi keamanan nasional Jepang.

Pernyataan tersebut disampaikan Koizumi dalam konferensi pers di Tokyo pada Jumat sebagai respons atas laporan media Korea Utara mengenai uji coba berbagai sistem senjata selama tiga hari dari Senin hingga Rabu.

Uji coba tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik yang dilengkapi dengan hulu ledak bom tandan.

Koizumi menggambarkan aktivitas militer Korea Utara sebagai "ancaman yang semakin serius dan mendesak" terhadap keamanan Jepang.

Respons Jepang dan Kekhawatiran Regional

Ia mengungkapkan, "Kami menilai pengembangan nuklir dan rudal Korut, termasuk peluncuran terbaru, sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan Jepang serta komunitas internasional, dan itu sesuatu yang tidak dapat kami terima."

Selain pengembangan rudal dan nuklir, Korea Utara juga disebut terus memperkuat kekuatan militer konvensionalnya.

Sebelumnya, militer Korea Selatan melaporkan telah mendeteksi beberapa rudal balistik yang ditembakkan Korea Utara ke arah Laut Jepang.

Jepang menegaskan akan terus bekerja sama erat dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan komunitas internasional.

Kerja sama tersebut bertujuan memastikan penerapan penuh resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara menggunakan teknologi rudal balistik.

Sikap Jepang Terkait Isu Drone dan Diplomasi

Koizumi menolak berkomentar terkait protes Rusia atas investasi perusahaan drone Jepang di perusahaan Ukraina karena isu tersebut dinilai sensitif dalam diplomasi dan berkaitan dengan aktivitas sektor swasta.

Terkait kemungkinan pembelian drone dari Ukraina, Koizumi menjelaskan bahwa keputusan pengadaan akan dilakukan secara adil dan transparan.

Ia menegaskan pertimbangan pengadaan meliputi kebutuhan operasional, biaya, pemeliharaan, serta kondisi lingkungan keamanan tanpa mengacu pada negara tertentu.

Penulis :
Leon Weldrick