HOME  ⁄  Nasional

Yahya Cholil Staquf Apresiasi Gencatan Senjata Iran-AS dan Dorong Penghentian Kekerasan Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Yahya Cholil Staquf Apresiasi Gencatan Senjata Iran-AS dan Dorong Penghentian Kekerasan Global
Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat 10/4/2026 (sumber: PBNU)

Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat serta berharap langkah tersebut dapat berlangsung permanen.

Ia menyatakan, "Berharap ini menjadi permanen. Gencatan senjata ini diikuti menghentikan kekerasan sama sekali", ungkapnya.

Dorongan Penghentian Kekerasan Global

Yahya menilai berhentinya agresi Amerika-Israel terhadap Iran harus didukung dan disyukuri oleh semua pihak.

Ia menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dihentikan karena mengancam kemanusiaan global.

Ia juga menyebut bahwa perang dan kekerasan di mana pun merupakan bencana kemanusiaan yang harus dicegah.

Ia mengatakan, "Semua negara terdampak dan semuanya berjibaku dampak ini", ungkapnya.

Apresiasi Peran Negara-Negara Penengah

Yahya mengapresiasi peran Pakistan yang aktif menjadi penengah komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik.

Ia menyampaikan, "Apresiasi pemerintah Pakistan yang telah berupaya untuk menjadi penengah di dalam komunikasi antara pihak berkonflik", ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi sikap negara-negara Teluk yang tidak membalas serangan terhadap Iran serta menolak wilayahnya dijadikan basis serangan.

Ia menyatakan, "Mengapresiasi negara-negara Teluk itu tidak membalas serangan, bahkan menolak wilayah masing-masing untuk dijadikan basis menyerang Iran", katanya.

Sebelumnya, Yahya telah bertemu dengan sejumlah duta besar dari negara-negara terkait konflik seperti Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Turki.

Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia harus memposisikan diri sebagai sahabat bagi semua pihak karena negara-negara yang terlibat konflik merupakan mitra Indonesia.

Ia mengatakan, "Oleh karena itu kita harus mendudukkan diri sebagai sahabat", ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga seluruh dunia sehingga semua pihak harus menghadapi dampaknya bersama-sama.

Penulis :
Leon Weldrick