HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Strategis Pascaperjanjian FTA Eurasia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Strategis Pascaperjanjian FTA Eurasia
Foto: Pemerintah Indonesia dan Rusia menggelar Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Industry, and Investment (WGTII) RI-Rusia di Jakarta, Kamis 9/4/2026 (sumber: Kemenko Perekonomian)

Pantau - Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor menyusul penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement pada Desember 2025 yang menjadi momentum baru hubungan ekonomi kedua negara.

Pertemuan Tingkat Tinggi dan Komitmen Kerja Sama

Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Industry, and Investment RI–Rusia digelar di Jakarta pada 9 April 2026 sebagai tindak lanjut implementasi kerja sama tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi menekankan pentingnya kolaborasi strategis dalam menghadapi tantangan global.

“Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan Rusia, khususnya dalam menjamin ketahanan pangan, termasuk melalui kerja sama penyediaan bahan baku pupuk, perluasan akses pasar produk pertanian, serta pemanfaatan teknologi untuk modernisasi sektor pertanian,” ungkapnya.

Deputi Ekonomi Pembangunan Federasi Rusia Vladimir Illichev menegaskan komitmen negaranya dalam memperluas kemitraan ekonomi dengan Indonesia.

“Partisipasi aktif sektor bisnis memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Rusia dan Indonesia. Kami mendorong agar para pelaku usaha dari kedua negara dapat terus menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan dan berkontribusi secara nyata terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Tantangan Global dan Peluang Kolaborasi

Dialog bertajuk Global Trade Challenges and Strategic Cooperation menyoroti berbagai tantangan global seperti disrupsi rantai pasok, ketegangan geopolitik, dan meningkatnya kompetisi sumber daya strategis.

Kedua negara memandang kerja sama yang lebih erat sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan ketahanan nasional.

Transformasi rantai pasok global dinilai membuka peluang kolaborasi baru, termasuk dalam swasembada pangan dan pengembangan energi baru terbarukan.

Indonesia dan Rusia dinilai memiliki keunggulan komparatif yang saling melengkapi dari sisi sumber daya alam, kapasitas industri, dan penguasaan teknologi.

Kerja sama ke depan tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga mencakup proyek bersama, investasi, alih teknologi, serta penguatan riset dan inovasi.

Forum dialog disepakati sebagai platform strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi.

“Melalui dialog ini, Indonesia mendorong penguatan kerja sama yang lebih konkret dan berorientasi hasil, dengan melibatkan secara aktif sektor bisnis, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga mampu menghasilkan solusi inovatif dan memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara di tengah dinamika global,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick