HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Subianto Menegaskan Ancaman Krisis Global Pangan, Energi, dan Air dalam Arahan Kabinet

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Presiden Prabowo Subianto Menegaskan Ancaman Krisis Global Pangan, Energi, dan Air dalam Arahan Kabinet
Foto: Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8/4/2026 (sumber: Youtube Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan ancaman krisis global pada sektor pangan, energi, dan air sebagai isu mendasar yang harus diantisipasi setiap negara karena menjadi faktor penentu keselamatan bangsa.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam pengarahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan yang dihadiri menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I kementerian dan lembaga.

Prabowo menegaskan bahwa keyakinannya mengenai tiga sektor krusial tersebut telah lama disosialisasikan dalam berbagai kesempatan serta dituangkan dalam pemikiran dan buku yang ditulisnya selama puluhan tahun.

"Saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah daftar keselamatan bangsa, dan ini telah dibenarkan oleh PBB dalam sustainable development goals, di mana beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melanda seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air," ungkapnya.

Ketahanan Nasional Jadi Sorotan Utama

Presiden menekankan pentingnya ketahanan nasional pada sektor pangan, energi, dan air sebagai langkah strategis menghadapi potensi krisis global yang telah diproyeksikan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ia menilai ketiga sektor tersebut merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan dan keselamatan suatu negara di tengah dinamika global.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa arahan langsung Presiden bertujuan menyamakan pemahaman seluruh jajaran pemerintahan.

"Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya," ujarnya.

Masalah Air Lebih pada Pengelolaan

Terkait kondisi Indonesia, Prabowo menyebut secara umum ketersediaan air tidak menjadi masalah mendasar bahkan Indonesia dinilai memiliki kelebihan sumber daya air dibandingkan sejumlah negara lain.

Namun ia mengakui masih terdapat wilayah tertentu, terutama di Indonesia bagian timur, yang mengalami kesulitan akses air bersih.

"Di bagian-bagian tertentu negara kita, di Indonesia timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air, tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada, tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya, karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan air lebih berkaitan dengan pengelolaan dan kemampuan menjaga lingkungan, termasuk menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga sumber air.

"Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan tetapi hal-hal ini bisa kita atasi. Ada negara-negara yang kaya akan minyak dan gas tidak punya air," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga berpotensi menyampaikan berbagai hal strategis terkait kebijakan pemerintah serta perkembangan situasi terkini sebagai bagian dari konsolidasi nasional.

Penulis :
Arian Mesa