
Pantau - Indonesia menjajaki kerja sama strategis dengan negara bagian California, Amerika Serikat, di berbagai sektor ekonomi, investasi, dan teknologi guna memperkuat hubungan kelembagaan dan kemitraan global, dalam pertemuan yang berlangsung di Wisma Indonesia, San Francisco, Senin, 6 April 2026.
Fokus Investasi dan Pengelolaan Dana Pensiun
Pertemuan tersebut melibatkan Konsul Jenderal RI di San Francisco Yohpy Ichsan Wardana, Bendahara Negara Bagian California Fiona Ma, serta CEO California Public Employees’ Retirement System Marcie Frost.
Yohpy menyampaikan bahwa kedua wilayah memiliki potensi saling melengkapi dalam kerja sama ekonomi dan kelembagaan.
"Indonesia dan California memiliki karakteristik yang dapat saling melengkapi. California dengan kekuatan pada inovasi, teknologi, dan modal sementara Indonesia dengan skala pasar, pertumbuhan, serta posisi strategis di Asia Tenggara," ungkapnya.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah pengelolaan dana pensiun dan investasi jangka panjang, di mana Indonesia menyatakan minat mempelajari praktik terbaik dari California Public Employees’ Retirement System sebagai salah satu pengelola dana pensiun terbesar di Amerika Serikat.
Fiona Ma menekankan pentingnya tata kelola yang kuat dalam pengelolaan dana publik sebagai fondasi keberlanjutan investasi.
Marcie Frost menambahkan bahwa keberhasilan sistem pensiun tidak hanya ditentukan oleh besaran aset.
Ia mengungkapkan, "Ia menambahkan bahwa sistem pensiun bergantung pada disiplin kelembagaan serta orientasi jangka panjang."
Energi Bersih, Teknologi, dan Diplomasi Subnasional
Selain investasi, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang energi bersih dan investasi berkelanjutan seiring dengan prioritas transisi energi nasional Indonesia.
Pihak California menunjukkan ketertarikan untuk memperdalam kolaborasi dalam pembiayaan hijau yang dinilai sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Dalam sektor teknologi, termasuk artificial intelligence, Indonesia menegaskan pemanfaatannya untuk mendukung peningkatan produktivitas, pengelolaan sumber daya, serta mitigasi bencana.
Indonesia juga menekankan pentingnya tata kelola agar pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab.
Pembahasan turut mencakup sektor energi, mineral, dan kendaraan listrik, termasuk penguatan hilirisasi komoditas strategis seperti nikel dalam ekosistem baterai global.
Di bidang pendidikan dan riset, kerja sama dengan universitas di California dinilai perlu diperkuat guna mendorong kolaborasi teknologi dan riset terapan.
Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya diplomasi subnasional untuk memperluas kemitraan internasional yang lebih konkret dan berorientasi hasil.
Penguatan hubungan dengan California dinilai strategis mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar dunia.
Sebagai informasi tambahan, hubungan antara California dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah terjalin melalui skema provinsi bersaudara sejak 1995.
- Penulis :
- Shila Glorya








