HOME  ⁄  Ekonomi

Perumda Pasar Jaya Targetkan 110 Pasar Terdigitalisasi pada 2026 untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Perumda Pasar Jaya Targetkan 110 Pasar Terdigitalisasi pada 2026 untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Foto: Arsip foto - Pedagang melayani pembeli memindai kode batang untuk pembayaran nontunai Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Pasar Tomang Barat, Jakarta, Jumat 27/1/2023 (sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pantau - Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya menargetkan sebanyak 110 pasar tradisional di Jakarta telah terdigitalisasi pada 2026 sebagai bagian dari transformasi besar untuk meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 60 pasar telah selesai menjalani digitalisasi dari total sekitar 153 pasar yang dikelola.

Ia mengungkapkan, "Kita sudah selesaikan, sudah 60 pasar digitalisasi pasar, kita tambah lagi insya Allah sampai dengan 50 pasar tahun ini. Berarti 110-an selesai tahun ini,".

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong modernisasi pasar tradisional agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sistem keuangan digital.

Tahapan Digitalisasi dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Agus menjelaskan bahwa digitalisasi pasar telah memasuki tahap ketiga sejak dimulai pada Juli 2025 dan berlanjut hingga Desember 2025 sebelum mencapai fase saat ini.

Ia mengatakan, "Ini adalah digitalisasi pasar tahap ketiga. Kita mulai dari Juli 2025, kemudian Desember 2025, dan sekarang tahap ketiga. Sampai saat ini sudah 60 pasar dari total 153 pasar yang kami kelola,".

Implementasi program mencakup penggunaan QRIS, integrasi layanan perbankan, serta peningkatan literasi keuangan bagi para pedagang di pasar tradisional.

Dalam pelaksanaannya, Pasar Jaya menggandeng berbagai mitra strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek, Bank Indonesia Perwakilan Jakarta, Himpunan Bank Milik Negara, Bank DKI, hingga platform pembayaran digital swasta.

Agus menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci percepatan program di lapangan.

Ia menyatakan, "Langkah percepatan yang kita lakukan adalah koordinasi intensif dengan OJK Jabodebek, Bank Indonesia, dan rekan-rekan perbankan, serta mitra lainnya. Selain itu, kita juga terus melakukan literasi dan edukasi kepada para pedagang,".

Respons Pedagang dan Target Pengembangan Lanjutan

Edukasi kepada pedagang terus dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran terkait keamanan sistem digital yang masih menjadi tantangan di lapangan.

Meski demikian, respons pedagang terhadap program digitalisasi dinilai cukup positif seiring meningkatnya kepercayaan terhadap sistem yang didukung lembaga resmi.

Agus memastikan, "Tidak ada kesulitan yang berarti. Ini dikelola oleh lembaga resmi seperti Bank Indonesia dan OJK. Alhamdulillah sampai sekarang berjalan lancar tanpa hambatan,".

Sistem digital dinilai memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan transaksi, pencatatan keuangan yang lebih rapi, serta peluang peningkatan omzet bagi pedagang.

Pasar Jaya berencana melanjutkan program ke tahap keempat dengan mengajukan kembali usulan kepada OJK Jabodebek untuk memperluas jangkauan digitalisasi pasar.

Dengan target tambahan sekitar 50 pasar pada 2026, Pasar Jaya optimistis mayoritas pasar yang dikelola akan terdigitalisasi dalam beberapa tahun ke depan.

Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat peran pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi rakyat sekaligus mendorong inklusi keuangan di Jakarta.

Penulis :
Arian Mesa