
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan calon haji untuk menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air guna memastikan kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Persiapan Fisik dan Risiko Kesehatan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni menekankan pentingnya aktivitas fisik terencana serta kesiapan obat-obatan bagi calon haji.
"Mulai hari ini, lakukan aktivitas fisik, terutama jalan kaki, sesuai usia, terencana. Jangan lupa, obat yang harus diminum dipersiapkan, tahu kapan lelah dan beristirahat," ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi di Tanah Suci yang memiliki suhu tinggi, kepadatan jamaah, serta aktivitas ibadah yang padat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Berdasarkan data Siskohatkes per 6 April 2026, jumlah calon haji asal DKI Jakarta mencapai 13.837 orang dengan mayoritas berusia 51–60 tahun.
Data Kesehatan dan Upaya Pencegahan
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah penyakit yang banyak diderita calon haji, antara lain gangguan metabolik lipid, obesitas, hipertensi, dan diabetes.
"Kondisi ini menjadi faktor risiko terhadap gangguan kesehatan di Tanah Suci," ungkap Puji.
Ia menegaskan Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkomitmen mendukung penyelenggaraan kesehatan haji melalui pemeriksaan, edukasi, serta pengendalian faktor risiko.
Upaya tersebut juga mencakup pencegahan penularan penyakit serta memastikan jamaah tetap dalam kondisi sehat selama di Indonesia, perjalanan, dan di Tanah Suci.
- Penulis :
- Aditya Yohan








