
Pantau - Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta mengungkap sejumlah kendala yang kerap menghambat keberangkatan calon haji ke Arab Saudi, terutama barang bawaan berlebihan dan kesalahan penggunaan visa, Kamis (9/4/2026).
Barang Bawaan dan Pelanggaran Aturan
Kepala Bidang Pelayanan Haji Kanwil Kemenag DKI Jakarta Sapta Putri menyebutkan bahwa banyak calon haji masih membawa barang yang tidak diperlukan sehingga tertahan di bandara.
"Kami sudah beritahukan lewat manasik, jangan bawa barang berlebihan, misalnya bawa kompor, beras, ada yang bawa pisau. Akhirnya, itu semua tertahan (di bandara), dan akan memperlambat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa barang seperti kompor, gunting, seterika, hingga rokok yang melebihi batas ketentuan sering menjadi penyebab kendala.
"Dan satu lagi itu, rokok. Kami sudah berkali-kali menyampaikan, rokok itu maksimal itu dua slop, tapi sering berlebihan, kadang yang perempuan dititipkan," ungkapnya.
Selain itu, kesalahan penggunaan visa juga menjadi faktor yang memperlambat proses keberangkatan jamaah.
Evaluasi dan Upaya Perbaikan Layanan
Sapta mengungkapkan bahwa pengalaman tahun sebelumnya juga menunjukkan adanya calon haji dengan kondisi medis berat yang tetap berangkat sehingga menyebabkan penumpukan di bandara.
"Solusinya, yaitu edukasi jamaah lebih intensif. Kemudian, kontrol barang bawaan makanan, koordinasi dengan maskapai, dan penempatan petugas di titik rawan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan jamaah sebenarnya telah tersedia di Tanah Suci, termasuk makanan dan oleh-oleh yang telah difasilitasi pemerintah.
"Untuk beli oleh-oleh pun, Kementerian Haji dan Umrah sudah punya rencana, punya skema, nanti akan ada UMKM yang menyiapkan oleh-oleh haji. Semua ada, kurma, makanan," tuturnya.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data Siskohatkes per 6 April 2026, terdapat 13.837 calon haji asal DKI Jakarta dengan mayoritas berusia 51–60 tahun dan didominasi perempuan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








