HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Kudus Minta SPPG Uji Air Tiap Bulan Cegah Kontaminasi E.coli pada Program MBG

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dinkes Kudus Minta SPPG Uji Air Tiap Bulan Cegah Kontaminasi E.coli pada Program MBG
Foto: (Sumber : Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kudus Abdul Hakam. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pantau - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyarankan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan uji laboratorium terhadap sumber air setiap bulan untuk mencegah pencemaran bakteri Escherichia coli.

Antisipasi Kasus Pencemaran

Kepala Dinas Kesehatan Kudus Abdul Hakam menyatakan langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

"Hal ini sebagai langkah antisipasi agar kasus pencemaran bakteri E.coli tidak terulang kembali di Kudus," ungkapnya.

Sebelumnya, kasus pencemaran terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal 2026, di mana hasil uji laboratorium menemukan sampel makanan dari salah satu SPPG mengandung bakteri E.coli.

Pengujian rutin terhadap air yang digunakan untuk memasak dan mencuci diharapkan dapat memastikan keamanan pangan bagi siswa.

SPPG yang berada dekat tempat pemrosesan akhir sampah diminta memperhatikan jarak aman sumber air minimal sekitar 10 meter dari potensi pencemaran.

Dinas Kesehatan juga merekomendasikan agar lokasi SPPG menjauh dari sumber risiko seperti tempat pembuangan sampah dan kandang ternak.

Pengawasan Ketat dan Evaluasi SPPG

Selain pengujian air, SPPG juga diminta mengirim sampel makanan ke Puskesmas terdekat untuk diuji kelayakannya secara berkala.

"Hal itu bertujuan agar ada pengecekan secara ideal kelayakannya, karena kami sebatas verifikator dan evaluator," ujarnya.

Petugas Puskesmas juga akan melakukan pengecekan rutin untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.

Bagi SPPG yang pernah mengalami dugaan keracunan, disarankan untuk menghentikan operasional sementara dan mengurus ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Untuk sementara disarankan tidak beroperasi dulu. Dilakukan pengurusan SLHS ulang terlebih dahulu," tegasnya.

Dinas Kesehatan juga mendorong pemasangan kamera pemantau atau CCTV di setiap SPPG sebagai bagian dari program “Kudus Sehat” untuk meningkatkan pengawasan proses penyajian makanan.

Saat ini, baru sekitar lima SPPG yang telah memasang kamera pemantau tersebut.

Langkah ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat guna menjamin keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan