HOME  ⁄  Nasional

Rektor UI Sebut ASEAN Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Global dengan Penguatan Kolaborasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rektor UI Sebut ASEAN Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Global dengan Penguatan Kolaborasi
Foto: (Sumber : Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah. ANTARA/HO-Humas UI.)

Pantau - Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah menyatakan kawasan ASEAN memiliki peluang strategis menjadi pusat pertumbuhan baru pendidikan tinggi global melalui penguatan kolaborasi dan peningkatan kualitas riset.

Potensi Besar Didukung Demografi dan Investasi

Dalam forum QS China Summit 2026 di Shenzhen pada 8–9 April 2026, Heri menjelaskan kekuatan utama ASEAN terletak pada jumlah penduduk muda, meningkatnya investasi pendidikan, serta kolaborasi regional yang terus berkembang.

Ia mengatakan, "Namun memerlukan penguatan kolaborasi lintas negara, peningkatan kualitas riset bersama, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan agar perguruan tinggi di kawasan ini mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat."

Menurutnya, integrasi antara perguruan tinggi, industri, dan kebijakan publik berbasis data menjadi kunci dalam mempercepat kemajuan pendidikan tinggi di kawasan.

Dorong Mobilitas Akademik dan Relevansi Industri

Heri juga menekankan pentingnya peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan inovasi antarnegara ASEAN.

Ia menilai keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri sangat penting agar lulusan memiliki relevansi tinggi dengan pasar kerja global.

Forum QS China Summit 2026 yang mengusung tema Connected Cities, Collaborative Campuses membahas pengembangan keterampilan, strategi universitas kelas dunia, mobilitas internasional, serta percepatan riset dan teknologi.

Sebagai informasi tambahan, partisipasi Universitas Indonesia dalam forum ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap pendidikan tinggi global.

Penulis :
Aditya Yohan