
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong penguatan kemandirian teknologi pertahanan nasional melalui kolaborasi lintas sektor di era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).
Kolaborasi dan Kepemimpinan Digital Jadi Kunci
Brian menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Jakarta pada Jumat (10/4) dalam rangka Pendidikan Reguler LXVII Tahun Ajaran 2026.
Ia mengatakan, "Ketika kita berbicara tentang kepemimpinan digital di era VUCA, kita sesungguhnya sedang berbicara tentang bagaimana bangsa ini menyiapkan manusia unggul, membangun ilmu pengetahuan, memperkuat inovasi, dan menghubungkan semuanya ke kebutuhan strategis negara."
Menurutnya, kepemimpinan di era digital membutuhkan fondasi sains yang kuat, kecepatan pengambilan keputusan, serta pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan analitis untuk menghadapi dinamika global.
Hilirisasi Riset dan Penguatan Industri Strategis
Brian menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi pertahanan, tetapi harus mampu menjadi produsen dan pengembang teknologi sendiri.
Ia mengatakan, "Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi pertahanan. Indonesia harus menjadi bangsa pencipta, bangsa pengembang, dan bangsa yang mampu berdiri tegak dengan kekuatannya sendiri."
Ia juga mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi melalui kemitraan dengan industri, khususnya dalam pengembangan teknologi strategis seperti sistem data, AI, dan semikonduktor.
Komandan Seskoad Mayjen TNI Agustinus Purboyo menambahkan bahwa tantangan global yang kompleks memerlukan sinergi antara pendidikan, riset, dan praktik di lapangan.
Ia mengatakan, "Kami menyadari bahwa tantangan ke depan tidak bisa dihadapi secara sektoral. Diperlukan sinergi antara pendidikan, riset, dan praktik di lapangan agar kita dapat membangun kapasitas pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan."
Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional sebagai fondasi kedaulatan bangsa.
- Penulis :
- Aditya Yohan








