HOME  ⁄  Geopolitik

Dubes Pakistan Nilai Kepemimpinan Indonesia Berpeluang Transformasikan D-8 Jadi Lebih Kuat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dubes Pakistan Nilai Kepemimpinan Indonesia Berpeluang Transformasikan D-8 Jadi Lebih Kuat
Foto: (Sumber : Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri saat wawancara khusus dengan ANTARA di ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta (11/4).(ANTARA/Cindy Frishanti))

Pantau - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menilai organisasi Developing Eight (D-8) berpeluang mengalami transformasi signifikan di bawah kepemimpinan Indonesia periode 2026–2027.

Optimisme terhadap Kepemimpinan Indonesia

Chaudhri menyampaikan Indonesia memiliki kapasitas ekonomi, kredibilitas diplomatik, serta visi yang dinilai mampu memperkuat organisasi tersebut.

Ia mengatakan, "Indonesia memiliki skala ekonomi dan kredibilitas diplomatik, serta visi untuk memajukan organisasi ini. Kami optimistis D-8 akan semakin kuat di bawah kepemimpinan Indonesia."

Menurutnya, peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antarnegara anggota menjadi fokus utama yang harus didorong.

Ia menegaskan, "Kita perlu meningkatkan perdagangan intra-D-8."

Dorongan Integrasi dan Kerja Sama Ekonomi

Chaudhri mengungkapkan bahwa total produk domestik bruto gabungan negara anggota D-8 mencapai sekitar 5 triliun dolar AS, namun nilai perdagangan internal masih relatif rendah, yakni sekitar 156 miliar dolar AS.

Ia menilai perlu adanya target perdagangan yang jelas serta rencana aksi konkret untuk memperkuat integrasi ekonomi antarnegara.

Ia menambahkan, "Keterkaitan bisnis dan rantai pasokan terintegrasi sangat penting. Kita tidak hanya perlu meningkatkan perdagangan, tetapi juga kualitasnya."

Selain perdagangan, ia menyoroti pentingnya kerja sama di sektor ekonomi biru, transisi hijau, dan energi terbarukan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berkelanjutan.

Indonesia saat ini memegang keketuaan D-8 periode 2026–2027 dengan tema penguatan solidaritas dan kerja sama untuk kemakmuran bersama, sementara organisasi ini beranggotakan delapan negara berkembang termasuk Indonesia, Pakistan, dan Turki, serta Azerbaijan sebagai anggota terbaru.

Penulis :
Ahmad Yusuf