HOME  ⁄  Nasional

Isak Samuel Tunya dan Melani Tebout Bame Terpilih sebagai Duta Bahasa Papua 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Isak Samuel Tunya dan Melani Tebout Bame Terpilih sebagai Duta Bahasa Papua 2026
Foto: (Sumber: Ketua (TP PKK) Papua Rafatul Mulkiyah Fakiri didampingi Kepala Balai Bahasa Papua Valentina L Tanate menyerahkan hadiah kepada pasangan juara satu Duta Bahasa Papua Isak Samuel Tunya dan Melani Tebout Bame pada pada malam puncak pemilihan Duta Bahasa Papua, Sabtu malam (11/4/2026). ANTARA/Yudhi Efendi.)

Pantau - Isak Samuel Tunya dan Melani Tebout Bame terpilih sebagai Duta Bahasa Papua 2026 setelah mengungguli sembilan pasangan lainnya dalam malam puncak pemilihan yang digelar di Jayapura, Papua.

Kepala Balai Bahasa Papua Valentina L Tanate menyampaikan bahwa program Duta Bahasa merupakan bagian dari pembinaan generasi muda di Indonesia, khususnya di Tanah Papua.

Ia mengatakan, "Program Duta Bahasa merupakan pembinaan generasi muda di Indonesia, khususnya di Tanah Papua."

Valentina menambahkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh seluruh kantor Balai Bahasa di Indonesia.

Ia juga menegaskan, "Berdasarkan penilaian juri dari awal hingga akhir, pasangan tersebut terpilih sebagai pemenang."

Peserta seleksi berasal dari enam provinsi di Tanah Papua, yaitu Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Namun, peserta yang berhasil menembus 10 besar hanya berasal dari lima provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Valentina menjelaskan bahwa wilayah kerja Balai Bahasa Papua mencakup enam provinsi sehingga penjaringan peserta melibatkan seluruh wilayah tersebut.

Program Duta Bahasa Papua bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah di Tanah Papua.

Disebutkan bahwa dari total 729 bahasa daerah di Indonesia, sebanyak 428 bahasa berada di wilayah tersebut.

Generasi muda didorong untuk menjadi mitra Balai Bahasa Papua dalam menjaga kelestarian bahasa daerah.

Ketua TP PKK Papua Rafatul Mulkiyah Fakiri berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada generasi muda.

Ia mengatakan, “Generasi muda diharapkan lebih mencintai bahasa daerah, bahasa Indonesia, serta mampu berbahasa asing.”

Penulis :
Gerry Eka