
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) fokus memperkuat reintegrasi narapidana terorisme melalui pembekalan keahlian sebagai bekal sebelum kembali ke masyarakat, Selasa (14/4).
Pembinaan Keahlian di Lapas
Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan pembinaan tersebut dilakukan di antaranya di Lapas Kelas II B Sentul, Bogor, Jawa Barat.
"Model pembinaan napiter dengan pendekatan pembekalan keahlian salah satunya dilakukan di Lapas Kelas II B Sentul," ungkapnya.
Ia menjelaskan mayoritas napiter di lapas tersebut merupakan warga binaan yang menjalani sisa masa hukuman sekitar satu hingga dua tahun.
Program ini ditujukan untuk mempersiapkan napiter agar memiliki keterampilan yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat.
Kolaborasi dengan BNN dan Harapan Reintegrasi
BNPT juga memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pembinaan dan reintegrasi napiter.
"Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi BNPT atas kehadiran Bapak Kepala BNN beserta rombongan, sehingga menjadi suatu bukti bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi yang utama," kata Eddy.
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengapresiasi program pembinaan tersebut yang dinilai mampu mengubah pola pikir napiter melalui pendekatan produktif.
"Kami pun tadi melihat bagaimana BNPT melakukan pembinaan itu luar biasa di sini. Tidak hanya ditahan, tetapi juga dilatih dengan soft skill sehingga mereka nantinya setelah keluar dari sini punya bekal bisa lebih produktif dan mudah-mudahan harapannya keluar dari sini tidak balik lagi," ujarnya.
Kolaborasi BNPT dan BNN diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan radikalisme serta menciptakan masyarakat yang aman dan tangguh.
- Penulis :
- Aditya Yohan








