
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan pada Jumat (17/4) sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan melindungi kesehatan masyarakat.
Operasi Serentak di 10 Kecamatan
Kegiatan ini dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, serta dilakukan secara hybrid di berbagai titik perairan lainnya.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, "Kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini merupakan bagian dari gerakan terpadu di tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam merespons meningkatnya populasi ikan sapu-sapu yang kini menjadi sorotan publik," ungkapnya.
Operasi dilakukan di sejumlah lokasi seperti Kali Buaran II di Duren Sawit, Pintu Air Gunung Antang di Matraman, hingga Kali Sunter Sipon Kalimalang di Kecamatan Makasar.
Ancaman Ekosistem dan Kesehatan
Munjirin menjelaskan lonjakan populasi ikan sapu-sapu dapat merusak habitat alami perairan serta berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi.
"Keberadaan ikan sapu-sapu ini tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan bakteri dan logam berat di dalam tubuhnya," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa operasi ini merupakan langkah strategis untuk mengendalikan spesies invasif tersebut agar kualitas lingkungan tetap terjaga.
Kolaborasi dan Edukasi Lingkungan
Pelaksanaan operasi melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, SKPD, camat, lurah, serta masyarakat setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), jajaran SKPD, para camat dan lurah, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini," ucap Munjirin.
Pemkot Jakarta Timur juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa sungai harus dijaga kebersihan dan kelestariannya," ujar Munjirin.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan program pengendalian ikan sapu-sapu secara berkelanjutan melalui evaluasi dan pemantauan berkala.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








