
Pantau - Kementerian Pertanian mendukung investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, guna meningkatkan produksi susu nasional dan mempercepat target swasembada.
Pengembangan Mega Farm dan Target Produksi
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan investasi oleh PT Global Dairi Bersama diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT. Global Dairi Bersama diharapkan membawa dampak positif," ungkapnya.
Proyek tersebut menargetkan pengembangan hingga 30.000 ekor sapi perah dengan kapasitas produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun.
Agung menyebut investasi ini menjadi bagian strategi besar pemerintah untuk menjawab kebutuhan susu nasional yang diproyeksikan mencapai 8,5 juta ton pada 2029.
"Kondisi ini membuka peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan skala usaha dan produktivitas," ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Dukungan Pemerintah
Kementan memastikan dukungan berupa pembiayaan, penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta jaminan penyerapan hasil produksi bagi peternak.
Pengembangan ini juga menciptakan efek berganda di sektor hulu dan hilir, termasuk pemberdayaan 5.000 petani melalui penyediaan pakan ternak hingga 2.000 hektare per tahun.
Selain itu, program penggemukan sekitar 7.000 sapi per tahun membuka peluang kemitraan bagi sekitar 8.000 peternak di wilayah Brebes dan sekitarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap percepatan investasi tersebut.
“Target produksi bisa tercapai paling lambat tahun 2027, dan jika memungkinkan, groundbreaking atau grand opening dapat dilakukan pada bulan Mei,” katanya.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyatakan investasi ini akan membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Investasi ini tentu menjadi peluang besar bagi masyarakat Brebes, terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.
CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri menambahkan proyek ini dirancang sebagai peternakan terintegrasi berbasis keberlanjutan.
“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektare dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun," ujarnya.
Kementan menegaskan percepatan investasi ini merupakan bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional untuk memperkuat ekosistem peternakan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








