
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggencarkan edukasi kepada masyarakat untuk menghentikan konsumsi ikan sapu-sapu karena terbukti mengandung zat berbahaya dan berisiko bagi kesehatan.
Kandungan Berbahaya dan Risiko Kesehatan
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan edukasi terus dilakukan agar masyarakat memahami bahaya konsumsi ikan tersebut.
“Yang penting, kita beri imbauan terus, kita memberi edukasi kepada masyarakat bahaya konsumsi ikan sapu-sapu,” ujarnya.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto menegaskan hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta tidak layak dikonsumsi karena mengandung logam berat.
“Hasil laboratorium menyatakan ikan sapu-sapu di Jakarta berbahaya untuk dikonsumsi,” katanya.
Ia menjelaskan dampak konsumsi ikan tersebut tidak selalu langsung dirasakan, namun berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang akibat akumulasi zat berbahaya.
Upaya Penanganan dan Pemulihan Ekosistem
Selain edukasi, Pemkot Jakarta Timur juga melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di 10 kecamatan dengan hasil mencapai 763 kilogram.
Langkah ini diiringi rencana pemulihan ekosistem melalui penebaran ikan lokal seperti nila sebagai alternatif sumber pangan yang lebih aman.
Taufik menambahkan secara teori ikan sapu-sapu dari perairan bersih bisa dikonsumsi, namun untuk kondisi Jakarta pemerintah tidak merekomendasikannya.
“Kalau misalkan ikan sapu-sapu itu berada di perairan yang bersih, kemungkinan bisa dikonsumsi. Tapi untuk di Jakarta, kita tidak merekomendasikan,” ungkapnya.
Pemerintah berharap edukasi berkelanjutan dapat mengubah kebiasaan masyarakat sekaligus menekan populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








