
Pantau - PT Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, memasang perangkat oil boom untuk mengantisipasi pencemaran akibat tumpahan minyak di kawasan pelabuhan, Minggu (19/4/2026).
Branch Manager Alamsyah mengatakan, "Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga lingkungan sungai dan laut di lingkungan Pelabuhan ini,".
Langkah ini dilakukan mengingat tingginya aktivitas bongkar muat minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya di pelabuhan tersebut.
"Bongkar muat CPO dan turunannya di Pelabuhan Pangkalbalam ini sangat tinggi, sehingga kami telah menyiapkan oil boom beserta kapalnya untuk mengatasi pencemaran lingkungan apabila terjadi tumpahan minyak CPO di Pelabuhan ini," ujarnya.
Perangkat oil boom yang dipasang terdiri dari empat segmen dengan masing-masing jangkauan sepanjang 20 meter.
Dengan demikian, total kemampuan perangkat tersebut mencapai 80 meter untuk memblokir sebaran minyak di perairan.
"Kami bisa memblokir 80 meter jika terjadi tumpahan CPO dari kapal di air," kata Alamsyah.
Oil boom merupakan perangkat terapung yang digunakan untuk memisahkan minyak dari air dan efektif sebagai langkah awal penanggulangan tumpahan.
Pihak pelabuhan juga telah melakukan uji coba sebanyak dua kali dan hasilnya dinyatakan berhasil.
Sepanjang 2025, volume bongkar muat di pelabuhan tersebut mencapai 1,6 juta ton dengan dominasi curah cair berupa CPO sebesar 33,24 persen.
Sementara pada triwulan I 2026, volume bongkar muat tercatat sebesar 391.624 ton dengan porsi curah cair mencapai 35,18 persen.
Tingginya aktivitas tersebut menjadi alasan pentingnya kesiapan perangkat oil boom guna mencegah potensi pencemaran lingkungan di kawasan pelabuhan.
- Penulis :
- Gerry Eka








