HOME  ⁄  Nasional

Proyek Sabuk Hijau Ubah Gurun Taklimakan Jadi Sumber Ekonomi dan Ekologi Baru di Xinjiang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Proyek Sabuk Hijau Ubah Gurun Taklimakan Jadi Sumber Ekonomi dan Ekologi Baru di Xinjiang
Foto: (Sumber : Seorang pendudukndesa menanam Belamcanda chinensis, yang digunakan sebagai pengobatan tradisional Chinese , Kabupaten Yutian, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, di barat laut China, 15 April 2026. ANTARA/Xinhua/Ding Lei.)

Pantau - Gurun Taklimakan di Xinjiang, China, kini berubah menjadi kawasan hijau produktif melalui proyek sabuk hijau yang mampu menekan penggurunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Transformasi Gurun Menjadi Lahan Produktif

Di sepanjang tepi selatan Gurun Taklimakan, hamparan vegetasi hijau terbentang luas dengan pohon buah dan hutan penahan pasir yang berfungsi menahan terpaan angin gurun.

Proyek sabuk hijau ini mengintegrasikan berbagai inisiatif seperti penanaman tanaman obat hingga pengembangan kebun buah.

Upaya tersebut tidak hanya mengurangi laju penggurunan, tetapi juga mengubah lahan tandus menjadi pusat pertumbuhan berkelanjutan di wilayah Xinjiang selatan.

Dampak Ekonomi dan Industri Berbasis Pasir

Pengembangan industri berbasis pasir di kawasan tersebut telah mencakup sekitar 722.000 hektare lahan gurun.

Nilai output tahunan dari sektor ini mencapai sekitar 28,975 miliar yuan atau setara 4,25 miliar dolar AS.

Penduduk setempat terlibat dalam berbagai aktivitas seperti menanam tanaman obat tradisional, melakukan transplantasi tanaman, serta membangun penghalang pasir menggunakan teknik ramah lingkungan.

Inisiatif ini mencerminkan peningkatan vitalitas ekologis sekaligus ekonomi di kawasan barat laut China tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan