
Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengenalkan nilai perjuangan RA Kartini kepada anak usia dini melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dalam rangka peringatan Hari Kartini di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan anak-anak usia 3 hingga 5 tahun yang diperkenalkan pada sosok Kartini melalui aktivitas kreatif seperti mewarnai kipas bergambar pahlawan emansipasi perempuan tersebut.
“Dimulai dengan kegiatan sederhana seperti mewarnai kipas dengan gambar Ibu Kartini, mudah-mudahan ini juga bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan RA Kartini sebagai pahlawan Indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan,” ungkap Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Edukasi Nilai Kartini Sejak Dini
Isyana menekankan pentingnya peran pengasuh dalam menyampaikan kisah perjuangan Kartini dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Ia mengungkapkan, “Bagaimana perjuangan RA Kartini, dan bagaimana anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki bisa sama-sama mendorong perempuan agar bisa terus berdaya dan berkarya demi memajukan bangsa.”
Dorong Generasi Emas 2045
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang bertujuan membentuk kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak usia dini.
Isyana menyebut perempuan Indonesia saat ini telah banyak berkiprah di ruang publik sekaligus menjalankan peran dalam keluarga, termasuk kader penyuluh keluarga berencana.
“Semua berperan penting dalam membangun dan mengedukasi bangsa, sehingga masyarakat dan keluarga Indonesia dapat tumbuh dengan lebih sehat, cerdas, dan bisa menjadi generasi unggul, generasi emas di tahun 2045,” tuturnya.
Sebanyak 17 anak peserta Tamasya turut menyerahkan karya kipas dari bahan daur ulang kepada Wamendukbangga serta menerima bingkisan alat mewarnai dalam kegiatan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








