HOME  ⁄  Nasional

Ziarah ke Makam R.A. Kartini, Menteri Arifah Tegaskan Komitmen Kesetaraan Gender

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ziarah ke Makam R.A. Kartini, Menteri Arifah Tegaskan Komitmen Kesetaraan Gender
Foto: (Sumber : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi berziarah di makam Raden Ajeng Kartini di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan gender saat melakukan ziarah ke makam Raden Ajeng Kartini di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dalam rangka peringatan Hari Kartini.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Istri Wakil Presiden RI Selvi Ananda sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan tokoh emansipasi perempuan Indonesia.

Ziarah sebagai Refleksi Perjuangan Kartini

Arifah menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi momentum untuk merawat ingatan kolektif sekaligus meneguhkan komitmen melanjutkan cita-cita R.A. Kartini.

"Marilah kita bangkit, melangkah, dan terus menghadirkan terang itu dengan keberanian dan kerja nyata. Semoga semangat Kartini senantiasa hidup dalam setiap langkah kita, menjadi sumber inspirasi dalam mewujudkan Indonesia yang setara, inklusif, dan berkeadilan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perjuangan Kartini menunjukkan perubahan besar dapat dimulai dari keberanian berpikir dan bertindak melampaui batas zamannya.

"Di tempat yang sarat makna ini, kita diingatkan bahwa perubahan besar kerap berawal dari keberanian untuk berpikir berbeda dan melampaui batas zamannya. Kartini telah menunjukkan kepada kita bahwa suara perempuan, sekecil apa pun, memiliki daya untuk mengubah dunia," ungkapnya.

Dorongan Kesetaraan dan Pemberdayaan Perempuan

Arifah menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan perempuan memperoleh akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam pembangunan.

Ia menyebut pemikiran Kartini tentang pentingnya pendidikan sebagai kunci pembebasan masih relevan hingga saat ini.

"Melalui surat-suratnya, Kartini menyampaikan gagasan yang begitu maju, bahwa pendidikan adalah kunci pembebasan. Namun, perjuangan itu belum usai. Di tengah kemajuan yang kita capai hari ini, masih terdapat berbagai tantangan yang kita hadapi. Oleh karena itu, ziarah ini bukan hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga panggilan untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui langkah-langkah nyata," tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang adil dan setara.

Penulis :
Aditya Yohan