HOME  ⁄  Nasional

AHY Tegaskan Peran Strategis Kereta Api Tekan Emisi dan Dorong Efisiensi Logistik Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

AHY Tegaskan Peran Strategis Kereta Api Tekan Emisi dan Dorong Efisiensi Logistik Nasional
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu 22/4/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa kereta api memiliki peran strategis dalam menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi logistik nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Jakarta.

Emisi Rendah dan Ketimpangan Anggaran Jadi Sorotan

Ia menyampaikan bahwa kontribusi emisi kereta api di Indonesia tercatat kurang dari satu persen atau sekitar 0,6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya yang mendominasi.

Secara keseluruhan, sektor transportasi darat menyumbang sekitar 89 persen terhadap total emisi, dipengaruhi oleh tingginya jumlah kendaraan dan ketergantungan pada transportasi jalan.

"Nah, emisi, tadi saya sudah sampaikan di depan ternyata kereta api ini menyumbang di Indonesia ini emisi gas rumah kaca yang terendah itu less than 1 persen, 0,6 persen," ungkapnya.

Ia menekankan perlunya pendekatan menyeluruh dalam kebijakan transportasi tanpa mengabaikan moda lain, namun tetap memaksimalkan potensi kereta api sebagai solusi pengurangan emisi.

AHY juga menyoroti kesenjangan besar dalam alokasi anggaran antara pembangunan jalan dan pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang dinilai belum proporsional.

Data menunjukkan anggaran pembangunan dan preservasi jalan jauh lebih besar dibandingkan pembangunan rel kereta api dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2023, anggaran untuk jalan mencapai sekitar Rp86,9 triliun, sementara untuk prasarana kereta api hanya sekitar Rp6,5 triliun.

Ketimpangan anggaran tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius agar pembangunan transportasi lebih berimbang.

Dorong Pengembangan Jaringan di Sumatera hingga Kalimantan

AHY mendorong eksplorasi pengembangan jaringan kereta api di berbagai wilayah, termasuk penambahan jalur di Sumatera yang dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.

Panjang jalur kereta api eksisting di Sumatera saat ini sekitar 1.871 kilometer.

Kebutuhan tambahan jalur berdasarkan populasi mencapai 7.837 kilometer dan bahkan lebih tinggi jika mempertimbangkan luas wilayah.

Salah satu proyek yang dapat menjadi quick win adalah pengembangan trase Banda Aceh hingga Besitang.

Wilayah tersebut dinilai strategis karena sedang menjalani rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sehingga dapat diintegrasikan dengan penataan ruang berkelanjutan.

Pemerintah juga mendorong pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan yang saat ini masih 0 kilometer.

Di Sulawesi, panjang jalur kereta api baru mencapai 109 kilometer dengan kebutuhan diproyeksikan mencapai 3.284 kilometer.

Penulis :
Shila Glorya