
Pantau - Anggota Komisi XIII DPR RI menyoroti potensi overkapasitas lapas di Morowali dan mendorong pembangunan rumah tahanan baru guna mengatasi lonjakan warga binaan.
Data WBP dan Kasus Narkotika Jadi Sorotan
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea menekankan pentingnya kejelasan data warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat kunjungan kerja di Morowali, Sulawesi Tengah.
“Kalau sebagian dari 952 itu masih titipan dan belum menjadi kewajiban lapas, maka tidak serta-merta bisa dikatakan overkapasitas. Ini harus jelas,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dari total 4.169 WBP, sebanyak 952 orang masih berstatus tahanan sehingga perlu klasifikasi yang akurat dalam menilai kapasitas lapas.
Marinus juga menyoroti tingginya kasus narkotika yang mencapai sekitar 49 persen dari total penghuni lapas serta meminta penjelasan terkait klasifikasi bandar dan kebijakan penempatannya.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi implementasi KUHP dan KUHAP baru melalui program pembinaan produktif bagi narapidana, termasuk peluang kerja sama dengan sektor industri di Morowali.
“Kalau mereka tidak punya kegiatan, potensi gangguan keamanan bisa meningkat. Perlu ada solusi konkret, termasuk kemungkinan kerja sama dengan industri agar mereka tetap produktif,” tegasnya.
DPR Dorong Rutan Baru Seiring Lonjakan Penduduk
Anggota Komisi XIII DPR RI Prana Putra Sohe menilai pertumbuhan pesat Morowali akibat aktivitas industri memerlukan dukungan fasilitas pemasyarakatan yang memadai.
“Kita harus dukung pembangunan rutan atau lapas di Morowali. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di sini sangat pesat,” katanya.
Ia menyebut jumlah penduduk riil Morowali bisa mencapai 500 hingga 700 ribu jiwa, jauh di atas data administratif sekitar 200 ribu, sehingga berdampak pada kebutuhan layanan hukum.
Prana juga menyoroti meningkatnya jumlah warga negara asing di wilayah tersebut yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengawasan dan kebijakan hukum.
Komisi XIII DPR RI menyatakan komitmennya untuk mendorong pembangunan rutan dan lapas baru sebagai solusi jangka panjang guna mengatasi overkapasitas serta meningkatkan kualitas pembinaan narapidana.
- Penulis :
- Aditya Yohan








