
Pantau - Penggunaan obat kumur secara berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi karena mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam mulut.
Ganggu Produksi Oksida Nitrat
Ahli anestesi dan dokter pengobatan nyeri intervensi Dr. Kunal Sood menjelaskan bahwa obat kumur antibakteri tidak hanya membunuh bakteri jahat, tetapi juga bakteri baik yang berperan penting dalam tubuh.
“Obat kumur antibakteri tidak hanya menyegarkan napas, tetapi juga dapat mengganggu bakteri baik di mulut dan memengaruhi produksi oksida nitrat, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah," ungkapnya.
Ia menjelaskan bakteri mulut membantu mengubah nitrat dari makanan menjadi nitrit yang kemudian menjadi oksida nitrat, zat penting untuk menjaga aliran darah dan fungsi pembuluh darah.
“Bakteri mulut tertentu mengubah nitrat dari makanan menjadi nitrit, yang kemudian diubah menjadi oksida nitrat (NO) di dalam tubuh. Oksida nitrat sangat penting untuk vasodilatasi, aliran darah, dan pengaturan tekanan darah," ujarnya.
Namun, penggunaan obat kumur antiseptik kuat seperti klorheksidin dapat membunuh bakteri tersebut dan menurunkan produksi oksida nitrat secara signifikan.
Risiko Tekanan Darah Meningkat
Sood mengungkapkan penggunaan jangka pendek obat kumur saja dapat menurunkan kadar nitrit saliva dan berdampak pada peningkatan tekanan darah.
“Uji klinis menunjukkan bahwa penggunaan jangka pendek (sekitar tiga hari) dapat mengurangi nitrit saliva dan sedikit meningkatkan tekanan darah sistolik sekitar dua hingga tiga mmHg," jelasnya.
Ia menambahkan penggunaan jangka panjang dan terlalu sering, lebih dari dua kali sehari, dapat meningkatkan risiko hipertensi seiring waktu.
"Lebih sedikit bakteri baik menyebabkan lebih sedikit oksida nitrat, yang mengakibatkan penurunan vasodilatasi dan tekanan darah yang lebih tinggi," tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan obat kumur tetap bermanfaat jika digunakan sesuai kebutuhan, seperti untuk perawatan penyakit gusi atau setelah prosedur medis gigi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








