HOME  ⁄  Nasional

BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat Program Makan Bergizi Gratis
Foto: (Sumber: Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah satu siswa saat penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis (8/1/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari/aa.)

Pantau - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menegaskan kabar kematian balita di Cianjur akibat program Makan Bergizi Gratis tidak benar.

Nanik menyatakan, “Tidak benar meninggalnya bayi usia dua tahun di Cianjur karena program MBG,” ungkapnya.

Program Makan Bergizi Gratis tersebut diberikan oleh SPPG Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dengan menu mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Setelah menerima makanan program, orang tua diketahui memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula di luar MBG.

Gejala baru muncul dua hari kemudian pada 16 April 2026 ketika anak mengalami muntah dan diare pada pagi hari.

Dari total 2.174 penerima MBG pada hari yang sama, tidak ditemukan kasus gangguan pencernaan lainnya.

Hal ini menunjukkan makanan dalam program tersebut aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Anak terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April dan tidak lagi mengonsumsi pada 15 April karena menolak makan.

Gejala muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya sempat muncul dugaan bahwa balita tersebut meninggal akibat keracunan makanan dari program MBG.

BGN menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut.

Nanik menyatakan, “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkapnya.

Ayah korban Sahjanudin menegaskan, “Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles,” ungkapnya.

Badan Gizi Nasional akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan program MBG untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Cianjur masih menunggu hasil uji laboratorium yang dijadwalkan keluar pada pekan berikutnya.

Penulis :
Gerry Eka