
Pantau - Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan layanan prioritas kepada jamaah calon haji lanjut usia pada musim haji 2026 guna memastikan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Layanan ini difokuskan pada pendampingan kesehatan intensif bagi jamaah lansia dan berisiko tinggi sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyampaikan bahwa "Dinas Kesehatan akan memberikan pendampingan secara khusus bagi jamaah yang memiliki risiko kesehatan, terutama yang masuk kategori risiko berat," ungkapnya.
Pendampingan tersebut dilakukan secara intensif oleh Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui pemantauan berkala terhadap kondisi jamaah.
Pemerintah juga berkomitmen memastikan seluruh jamaah berangkat dan kembali dalam kondisi sehat dan selamat melalui koordinasi lintas instansi.
Data Jamaah dan Jadwal Keberangkatan
Data menunjukkan terdapat 33 jamaah lansia dan 8 jamaah yang menggunakan kursi roda dalam rombongan haji tahun ini.
Sebanyak 50 jamaah masuk kategori risiko kesehatan berat dan 24 jamaah kategori risiko sedang berdasarkan hasil pemeriksaan.
Usia jamaah tertua tercatat mencapai 86 tahun sementara yang termuda berusia 16 tahun.
Total jamaah calon haji Palangka Raya tahun 2026 berjumlah 296 orang yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin.
Keberangkatan dibagi dalam tiga kelompok terbang yaitu kloter 5, 7, dan 8 dengan jadwal berbeda.
Kloter 5 yang berjumlah 192 orang dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026.
Sementara kloter 7 dan 8 dengan total 104 orang dijadwalkan berangkat pada 2 Mei 2026.
Persiapan dan Komitmen Pemerintah
Achmad Zaini menyatakan bahwa "Kami memastikan seluruh calon jamaah haji berangkat dalam kondisi sehat. Saat nanti tiba di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin diharapkan tetap dalam keadaan prima sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan lancar," ujarnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya bersama instansi terkait telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran ibadah haji.
Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, serta pembinaan manasik haji bagi seluruh jamaah.
Selain itu, kesiapan administrasi, fisik, dan pemahaman ibadah juga menjadi fokus utama dalam pembinaan.
Ia menegaskan bahwa "Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jamaah benar-benar siap secara fisik, mental, dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci," tegasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







