
Pantau - Pemerintah Kota Bandung memperluas program “Sasapu Bandung” sebagai upaya memperkuat penanganan kebersihan secara langsung dan terukur di seluruh wilayah kota, Selasa (28/04/2026).
Perluasan Program dan Keterlibatan Aparat
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan program tersebut merupakan langkah konkret yang tidak sekadar bersifat simbolis.
“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung, melihat kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Program yang sebelumnya hanya mencakup 46 titik kini diperluas menjadi 181 titik di seluruh Kota Bandung.
“Perluasan ini dilakukan setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak titik yang membutuhkan penanganan intensif,” katanya.
Farhan menjelaskan keterlibatan langsung aparat kewilayahan menjadi ciri utama program tersebut.
“Camat dan lurah diwajibkan turun langsung ke lapangan setiap hari Minggu, mulai pukul 04.00 hingga 07.00 WIB,” ujarnya.
Kolaborasi dan Evaluasi Kinerja Lapangan
Program Sasapu Bandung merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan dukungan Gubernur Jawa Barat.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Bandung yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural,” katanya.
Melalui program ini, pemerintah juga melakukan evaluasi langsung terhadap kinerja aparat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman kondisi lapangan, termasuk titik rawan sampah dan saluran tersumbat, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







