
Pantau - Pandu Ekologi Indonesia (PENA) menilai Menteri Lingkungan Hidup yang baru dilantik, Jumhur Hidayat, mampu memperkuat arah kebijakan lingkungan hidup nasional di tengah kompleksitas krisis ekologis.
Ketua Umum PENA Laurencus Pakpahan menyebut pelantikan Jumhur menjadi momentum penting bagi penguatan kebijakan lingkungan di Indonesia.
“Pelantikan Jumhur Hidayat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan lingkungan hidup nasional," kata Laurencus.
Rekam Jejak Dinilai Jadi Kekuatan
Laurencus menilai latar belakang Jumhur sebagai aktivis sosial dan tokoh buruh memberikan sensitivitas tinggi terhadap persoalan lingkungan yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
“Hal ini menjadikannya memiliki sensitivitas sosial yang kuat dalam melihat persoalan lingkungan hidup yang beririsan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebut pengalaman Jumhur di organisasi buruh dan pemerintahan menjadi modal untuk menjembatani kepentingan lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Tantangan Lingkungan Butuh Kepemimpinan Berkelanjutan
PENA menilai tantangan sektor lingkungan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma pembangunan yang berkelanjutan.
Menurut Laurencus, berbagai persoalan seperti sampah, kerusakan ekosistem, hingga tekanan terhadap sumber daya alam membutuhkan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan dan keadilan ekologis.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kebijakan lingkungan hidup yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga berpihak pada masyarakat dan berkelanjutan secara ekologis,” ungkap Laurencus.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 27 April 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P tentang perombakan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







