
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir mendorong penguatan kerja sama antara ASEAN dan Uni Eropa sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang semakin meningkat.
Kemitraan Strategis Perlu Diperkuat
Arrmanatha menegaskan kemitraan kedua kawasan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa ke-25 yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong percepatan terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan Uni Eropa.
Fokus pada Stabilitas dan Kerja Sama Multilateral
Pertemuan juga membahas penguatan kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan.
Arrmanatha berharap Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif dalam menghadapi dinamika geopolitik dan geoekonomi global.
Ia juga mendorong kolaborasi antara ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara Global South untuk menjaga sistem internasional yang terbuka, adil, dan stabil.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral serta tata kelola global yang lebih inklusif dan responsif.
Kerja sama di berbagai sektor seperti energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan menjadi prioritas utama.
Pertemuan ditutup dengan adopsi pernyataan bersama yang menegaskan komitmen kedua kawasan terhadap multilateralisme dan hukum internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







