
Pantau.com - Siti Hediati Hariyadi atau yang disapa Titiek Soeharto mengakui jika ia tidak berkonsultasi terlebih dulu dengan petinggi Partai Golkar mengenai keputusan hengkangnya ke Partai Berkarya.
"Terus terang belum ada konsultasi, kami tidak konsultasi, kalau konsultasi pasti berat," kata Titiek Soeharto usai acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya di komplek Museum HM Soeharto Dusun Kemusuk, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (11/6/2018).
Baca juga: Merapat ke Partai Berkarya, Titiek Soeharto: Golkar Tidak Membutuhkan Saya
"Saya rasa dengan adanya teman-teman pers ini tentunya sudah dengar (pernyataan politiknya), dengan saya di sini pakai jaket kuning ya otomatislah. Tentunya saya nanti juga akan pamitan dengan para petinggi Partai Golkar," ucapnya.
Titiek Soeharto yang menjadi anggota DPR dari Partai Golkar itu tentu punya konsekuensinya ketika berpindah partai, yaitu dengan legawa melepaskan keanggotaan di parlemen serta jabatan yang melekat.
"Saya tidak mau 'gandoli' (pertahankan), tidak mau gandoli jabatan saya di DPR, kalau memang sudah selesai ya selesai, ini konsekuensi saya daripada saya yang telah mengundurkan diri," ujar Titiek.
Baca juga: Amien Rais Ingin Nyapres, PDIP: Ada Partai yang Nyalonin?
Disinggung soal target Partai Berkarya setelah dirinya bergabung, Titiek menjelaskan, partai yang didirikan adiknya, yaitu Hutomo Mandala Putra itu sudah menargetkan sebanyak 80 kursi di DPR RI sebelum dirinya bergabung dengan partai.
"Target 80 kursi memang cukup berat, tapi Insya Allah kita akan kerja keras dengan sisa waktu yang ada ini. Mudah-mudahan dapat caleg (calon anggota legislatif) bagus, caleg yang berdedikasi pikirkan bangsa dan negara maju ke depan," katanya.
- Penulis :
- Adryan N





