Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Pesantren Krapyak Dukung Rapat Pleno PBNU, Tegaskan Perlunya Evaluasi Kepemimpinan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pesantren Krapyak Dukung Rapat Pleno PBNU, Tegaskan Perlunya Evaluasi Kepemimpinan
Foto: (Sumber: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatannya, usai menghadiri rapat koordinasi dengan Ketua PWNU di Surabaya, Minggu (23/11/2025). ANTARA/Fahmi Alfian/am.)

Pantau - Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, DI Yogyakarta, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Desember 2025 untuk membahas kemungkinan pergantian Ketua Umum.

Dukung Langkah Pleno, Tegaskan PBNU Harus Terhindar dari Kepentingan

Dukungan tersebut disampaikan melalui surat resmi oleh Pimpinan Pengasuh Ponpes Krapyak, KH. Khoirul Fuad Ahmad, yang menegaskan pentingnya menjaga marwah PBNU sebagai pimpinan tertinggi Jam’iyyah agar tidak menjadi korban kepentingan apa pun.

"PBNU harus dijaga agar tetap tegak, terarah, serta terhindar dari mudharat yang lebih besar bagi organisasi maupun warga Nahdliyin," ungkap KH. Khoirul.

Ia juga menyatakan, "Kami memberikan dukungan penuh atas Pleno PBNU tanggal 9–10 Desember 2025 untuk mengambil langkah bagi kebaikan semuanya."

Ponpes Krapyak menilai rapat pleno adalah forum yang sah secara konstitusional dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan strategis yang dibutuhkan organisasi, termasuk jika perlu dilakukan pergantian kepemimpinan.

Singgung Polemik Internal, Sikap Ponpes Dinilai Netral dan Objektif

Dalam surat tersebut, KH. Khoirul juga menyinggung adanya polemik internal menyangkut keputusan-keputusan Ketua Umum PBNU saat ini, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang menurutnya perlu diklarifikasi secara menyeluruh melalui mekanisme organisasi.

Ponpes Krapyak menegaskan bahwa dukungan terhadap pleno tidak didasarkan pada hubungan pribadi dengan Gus Yahya yang merupakan alumnus pesantren tersebut.

Sebaliknya, sikap yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab moral demi menjaga kemaslahatan organisasi dan warga Nahdliyin.

"Terkait dengan polemik yang terjadi di PBNU, semoga segera menemukan jalan terbaik apapun keadaannya. Harus ada pengelolaan yang efektif bagi kemaslahatan Jam’iyyah dan warga Nahdliyin, serta bangsa dan negara," ia menyampaikan.

Dukungan dari salah satu pesantren berpengaruh ini mendapat sorotan karena dinilai merepresentasikan suara dari kalangan pesantren dalam dinamika internal PBNU menjelang pleno penting tersebut.

Penulis :
Gerry Eka