
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menambah peralatan pembersihan untuk menangani sampah pasca perayaan malam tahun baru 2026 yang mengusung tema Jakarta Global City: From Jakarta with Love.
Penambahan dilakukan untuk menjangkau titik-titik yang tidak bisa diakses armada penyapu jalan otomatis.
Antisipasi Sampah dan Hujan Ringan di Titik Keramaian
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa pihaknya menambah peralatan manual seperti sapu dan pengki untuk memperkuat pembersihan di kawasan padat aktivitas.
“Ruang publik harus segera kembali nyaman setelah digunakan bersama. Karena itu, pembersihan kami lakukan secara cepat dan menyeluruh,” ungkapnya.
Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi hujan ringan serta aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berpotensi meningkatkan volume sampah plastik, khususnya di sepanjang Jalan Sudirman–Dukuh Atas.
Fokus pembersihan diarahkan ke lokasi pusat perayaan dan doa bersama malam tahun baru, seperti Monas, Bundaran HI, dan koridor Sudirman–MH Thamrin.
DLH menyiagakan pasukan oranye yang bertugas menyapu, mengangkut sampah, dan menata kembali lingkungan agar kebersihan tetap terjaga dan tidak terjadi penumpukan.
3.395 Petugas dan Puluhan Armada Disiagakan
DLH DKI Jakarta menyiagakan 3.395 personel kebersihan untuk mengantisipasi lonjakan sampah di malam pergantian tahun.
Sebanyak 2.300 petugas ditempatkan di kawasan strategis, sedangkan 1.095 petugas disebar ke lima wilayah administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Penanganan sampah dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan armada dan sarana kebersihan lainnya agar kawasan tetap tertata.
Sarana operasional yang disiapkan meliputi 17 unit mobil lintas, 43 truk pengangkut sampah tipe typer, 29 unit road sweeper, 24 unit bus toilet, 135 dust bin, serta 3.395 sapu lidi dan kantong plastik di titik keramaian.
Asep menyebut bahwa kombinasi kesiapsiagaan personel dan kelengkapan peralatan menjadi kunci dalam menjaga kebersihan Jakarta saat dan setelah perayaan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kota dengan membuang sampah pada tempatnya serta menggunakan fasilitas umum secara bertanggung jawab agar Jakarta tetap nyaman bagi semua,” ujarnya.
Warga juga didorong untuk membawa tumbler atau wadah minum guna ulang serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi mengurangi timbulan sampah.
- Penulis :
- Gerry Eka







